BERITA TERKINI

Piala Dunia Dimulai, Jadup Masih Dinanti


PASESATU.COM
- Di seberang samudra, peluit pertama Piala Dunia telah menggema. Lampu stadion menyala terang, sorak-sorai memenuhi arena di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Dunia berpesta, bola bergulir, dan sejarah kembali ditulis di atas hamparan rumput hijau.

Namun, di sejumlah wilayah Aceh, masih ada warga yang menatap hari dengan penuh harap. Mereka menunggu Dana Jaminan Hidup (Jadup) yang dijanjikan sebagai penopang bagi para penyintas bencana.

Ironi pun tak terelakkan. Jadwal pertandingan Piala Dunia dapat dipastikan hingga menit pertama, sementara jadwal pencairan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana justru belum memberikan kepastian yang jelas.

Berbagai pernyataan mengenai percepatan penyaluran bantuan kerap disampaikan. Namun, realisasinya belum sepenuhnya dirasakan oleh para penyintas. Di tengah derasnya pidato dan janji, bantuan yang diharapkan sebagian warga masih belum kunjung diterima.

Masyarakat tidak meminta kemewahan. Mereka hanya menginginkan hak yang telah dijanjikan. Bukan tepuk tangan yang dibutuhkan, melainkan kepastian bahwa negara masih hadir dan tidak melupakan mereka.

Sebab, dampak bencana tidak berakhir ketika pemberitaan usai. Kebutuhan hidup tetap berjalan, anak-anak tetap membutuhkan biaya makan dan pendidikan, serta keluarga harus terus berjuang untuk bertahan.

Barangkali bagi sebagian pengambil kebijakan, keterlambatan hanyalah angka dalam laporan administrasi. Namun bagi para penyintas, setiap hari yang berlalu berarti tambahan beban bagi kehidupan yang sudah lebih dahulu diuji oleh musibah.

Piala Dunia pada akhirnya akan melahirkan juara baru. Akan tetapi, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan tidak ditentukan oleh gemerlap seremoni atau indahnya pidato. Keberhasilan sesungguhnya tercermin dari seberapa cepat dan tepat negara menjangkau rakyat yang paling membutuhkan.

Ketika stadion-stadion dunia bergemuruh oleh sorak kemenangan, masih terdengar suara lirih dari kampung-kampung di Aceh:

"Kami bukan sedang menunggu gol. Kami hanya menunggu janji yang ditepati."***


Penulis : Abdul Rafar