Pengajian Akbar TASTAFI-HUDA di Langsa Hadirkan Abu Mudi, Dosen FH Unsam Turut Pandu Acara
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengajian TASTAFI dan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Kota Langsa tersebut berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Kota Langsa dan sekitarnya.
Salah satu yang turut mengambil peran dalam kegiatan tersebut adalah Tgk. Sari Yulis, S.H.I., M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Samudra (Unsam) Langsa, yang dipercaya memandu jalannya acara. Keterlibatannya mencerminkan dukungan kalangan akademisi terhadap kegiatan keagamaan dan penguatan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Partisipasi akademisi dalam kegiatan keagamaan dinilai menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Selain menjalankan tugas pendidikan dan penelitian, akademisi juga berperan dalam mendukung pembinaan sosial, moral, dan spiritual masyarakat.
Pengajian akbar tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Langsa, M. Haikal Alfisyahrin, S.T. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kegiatan keagamaan sebagai sarana mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat pembangunan karakter masyarakat.
Menurut Haikal, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan aspek fisik semata, tetapi juga perlu diimbangi dengan pembangunan spiritual dan moral.
“Pembangunan bukan hanya fisik, tetapi juga spiritual dan moral. Melalui pengajian seperti ini, kita memperkuat silaturahmi dan membangun masyarakat yang lebih baik secara lahir dan batin,” ujarnya.
Dalam tausiah yang disampaikan kepada jamaah, Abu Mudi menekankan pentingnya mempelajari tiga cabang ilmu dasar dalam Islam, yakni tauhid, fikih, dan tasawuf. Ketiga ilmu tersebut, menurutnya, menjadi fondasi utama bagi umat Islam dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama secara benar.
“Ilmu yang wajib dipelajari itu ada tiga, yaitu tauhid, fikih, dan tasawuf. Maka lahirlah pengajian TASTAFI sebagai wadah untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap tiga ilmu penting tersebut,” kata Abu Mudi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menghadiri majelis ilmu sebagai upaya memperkuat akidah dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama.
Pengajian Akbar TASTAFI-HUDA digelar sebagai sarana mempererat hubungan antara ulama, umara, akademisi, dan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pemahaman akidah Ahlussunnah Wal Jamaah serta membina akhlak umat di tengah perkembangan zaman.
Sejak awal hingga akhir acara, ribuan jamaah terlihat memenuhi area masjid dengan tertib. Suasana pengajian berlangsung penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap Pengajian TASTAFI-HUDA dapat terus berkembang sebagai wadah pembinaan umat, memperluas syiar Islam, memperkuat akidah masyarakat, serta menjaga tradisi keilmuan dayah yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Aceh.***





