Biarkan Hutan Kita Tetap Menghijau
Font Terkecil
Font Terbesar
PASESATU.COM - Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir tahun 2025 lalu menjadi pengingat bahwa keseimbangan antara manusia dan lingkungan harus terus dijaga. Peristiwa tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi, tetapi juga meninggalkan duka bagi masyarakat yang terdampak.
Menurut berbagai publikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem merupakan faktor utama yang sering memicu bencana hidrometeorologi di Indonesia. Namun, para ahli lingkungan juga mengingatkan bahwa kondisi daerah aliran sungai, tata guna lahan, dan keberadaan kawasan hutan turut memengaruhi tingkat risiko dan besarnya dampak yang ditimbulkan oleh bencana tersebut.
Dalam konteks itulah, keberadaan hutan memiliki arti yang sangat penting. Hutan berfungsi sebagai daerah resapan air, menjaga kestabilan tanah, mengurangi erosi, serta membantu mengatur tata air secara alami. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kawasan hutan yang terjaga dapat membantu mengurangi laju limpasan permukaan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Karena itu, menjaga kelestarian hutan tidak semata-mata berkaitan dengan perlindungan lingkungan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mengurangi risiko bencana. Tentu saja, penyebab banjir dan longsor tidak dapat disederhanakan hanya pada satu faktor. Setiap peristiwa memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda, sehingga diperlukan kajian ilmiah yang komprehensif untuk memahami akar masalahnya.
Di sisi lain, kebutuhan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam merupakan bagian dari proses pembangunan daerah. Namun, pembangunan yang berkelanjutan menuntut adanya keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Prinsip ini penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh generasi sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.
Pengalaman dari berbagai bencana yang terjadi di Indonesia hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak. Upaya rehabilitasi hutan, perlindungan daerah tangkapan air, penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan perlu terus diperkuat.
Pada akhirnya, hutan bukan hanya kumpulan pohon yang tumbuh di kawasan pegunungan. Hutan merupakan bagian penting dari sistem kehidupan yang menopang keberlangsungan manusia. Ketika hutan tetap terjaga, manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang.
Oleh karena itu, menjaga hutan tetap menghijau adalah tanggung jawab bersama. Bukan semata demi kelestarian alam, melainkan juga demi menciptakan masa depan yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.***





