BERITA TERKINI

Angin Kencang Terjang Aceh Utara, 15 Rumah Warga Rusak di Cot Girek dan Lhoksukon

Angin Kencang Terjang Aceh Utara, 15 Rumah Warga Rusak di Cot Girek dan Lhoksukon

ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara, Kamis (4/6/2026). Akibatnya, sedikitnya 15 unit rumah warga di Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Lhoksukon mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang dan tertimpa pohon tumbang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari kepolisian, 13 rumah warga mengalami kerusakan di Kecamatan Cot Girek, sementara dua rumah lainnya rusak di Kecamatan Lhoksukon.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Cot Girek IPTU Ade Syahputra mengatakan, hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga yang tersebar di lima gampong, yakni Batu XII, U Baro, Ulee Gampong, Alue Leuhob, dan Kampung Tempel.

“Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, terdapat 13 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem. Kerusakan yang terjadi bervariasi, mulai dari atap rumah yang terlepas diterbangkan angin, bangunan yang tertimpa pohon, hingga satu unit rumah yang ambruk,” kata Ade Syahputra.

Menurut dia, kerusakan terjadi pada bagian atap, dapur, dan teras rumah. Sebagian bangunan juga mengalami kerusakan akibat tertimpa pohon yang tumbang saat hujan dan angin kencang melanda kawasan tersebut.


Sementara itu, di Kecamatan Lhoksukon, dua rumah warga mengalami kerusakan ringan setelah tertimpa pohon tumbang. Rumah tersebut masing-masing milik Ramlah (44), warga Gampong Mata Ie, dan Jumadi Nurdin (54), warga Gampong Cot U Sibak.

Plh Kapolsek Lhoksukon AKP M. Jamil mengatakan pohon yang berada di sekitar rumah warga tumbang akibat terpaan angin kencang dan menimpa bagian atap bangunan.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Pemilik rumah dalam keadaan selamat, meskipun bangunan mengalami kerusakan pada bagian atap,” ujarnya.

Pihak kepolisian bersama pemerintah desa dan instansi terkait telah melakukan pendataan serta penanganan awal di lokasi terdampak. Warga juga bergotong royong membersihkan material pohon tumbang dan memperbaiki bagian rumah yang mengalami kerusakan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Warga juga diminta memperhatikan kondisi pohon-pohon besar yang berada di sekitar permukiman guna mengurangi risiko terjadinya pohon tumbang.

Hingga berita ini ditulis, kondisi di seluruh lokasi terdampak dilaporkan aman dan kondusif. Proses pendataan kerugian serta perbaikan rumah warga masih terus berlangsung.***