20 Hari Semen Langka di Panton Labu, Hambat Rekonstruksi Pasca Banjir
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Kelangkaan semen yang terjadi di Kota Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, telah berlangsung selama lebih kurang 20 hari terakhir.
Kondisi tersebut dikeluhkan para pelaku usaha bahan bangunan dan masyarakat karena kebutuhan semen saat ini sedang meningkat tajam, terutama untuk mendukung berbagai proyek pascabanjir.
Ajis, salah seorang pelaku usaha material bangunan di Panton Labu, mengatakan tingginya permintaan semen dipicu oleh pembangunan Hunian Sementara (Huntara), Hunian Tetap (Huntap), serta berbagai kegiatan rehabilitasi rumah dan fasilitas yang terdampak banjir.
“Kelangkaan semen di Kota Panton Labu sudah lebih kurang 20 hari. Permintaan sangat tinggi akhir-akhir ini, apalagi tingginya keperluan untuk proyek pascabanjir, termasuk pembangunan Huntara dan Huntap,” ungkap Ajis, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, pasokan semen yang biasanya didatangkan dari Medan mengalami keterlambatan dalam beberapa waktu terakhir. Hingga kini, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab terhambatnya distribusi tersebut.
“Pasokan semen dari Medan akhir-akhir ini sangat terlambat. Kami tidak tahu apa penyebabnya. Barang sudah lama diorder, tetapi sampai sekarang belum dikirim,” ujarnya.
Selain berdampak pada ketersediaan barang, kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait harga semen ke depan. Para pedagang belum dapat memastikan apakah harga akan tetap stabil, naik, atau justru mengalami penurunan.
“Kami juga belum tahu bagaimana harga ke depan, apakah akan naik atau turun,” tambah Ajis.
Kelangkaan semen tersebut mulai dirasakan oleh masyarakat dan kontraktor lokal yang sedang melaksanakan pembangunan maupun perbaikan bangunan pascabanjir. Mereka berharap pasokan semen dapat segera kembali normal agar berbagai proyek pembangunan tidak mengalami hambatan yang lebih panjang.***





