Syafyuzal Helmi Ajak Mahasiswa Aceh Kawal Kebijakan Pro-Rakyat dan Perkuat Peran Pengawasan
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH | PASESATU.COM – Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) periode 2020–2021, Syafyuzal Helmi, mengajak mahasiswa Aceh untuk berperan aktif mengawal kebijakan pemerintah yang berpihak kepada masyarakat serta turut menjaga stabilitas sosial dan pembangunan daerah.
Menurut Syafyuzal, mahasiswa memiliki tanggung jawab sebagai agen perubahan yang tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menilai mahasiswa perlu mengedepankan pendekatan konstruktif dalam menyikapi berbagai kebijakan publik, termasuk dengan melakukan pengawasan terhadap program-program pemerintah agar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah layanan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Menurutnya, berbagai keluhan masyarakat terkait akses layanan kesehatan perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme yang terukur dan berbasis data.
Sebagai bentuk partisipasi, Syafyuzal mendorong pembentukan posko pengaduan masyarakat untuk menampung dan mendokumentasikan berbagai persoalan yang dihadapi warga dalam memperoleh layanan kesehatan. Data tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, ia juga mengajak mahasiswa untuk terlibat dalam pengawasan pembangunan di Aceh secara partisipatif. Menurutnya, pengawasan dari kalangan akademisi dan mahasiswa penting untuk memastikan kebijakan serta penggunaan anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dan pengambil kebijakan, serta menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi kepentingan publik,” ujarnya.
Syafyuzal menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap berada dalam koridor konstitusi, mengedepankan dialog, serta menjaga persatuan dan stabilitas sosial. Ia menilai peran mahasiswa sangat penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Aceh.
Melalui pendekatan tersebut, Syafyuzal berharap mahasiswa Aceh dapat terus menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus pengawal kepentingan masyarakat, khususnya dalam bidang pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan daerah.***




