BERITA TERKINI

Pemprov Aceh Anggarkan Rp7,73 Miliar untuk Rehabilitasi Tanggul Krueng Peuto di Aceh Utara

Pemprov Aceh Anggarkan Rp7,73 Miliar untuk Rehabilitasi Tanggul Krueng Peuto di Aceh Utara

ACEH UTARA | PASESATU.COM –
Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,73 miliar untuk rehabilitasi tanggul Sungai Krueng Peuto di Kabupaten Aceh Utara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2026. 

Program tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam mengurangi risiko banjir yang berulang di kawasan sepanjang aliran sungai krueng peutoe. 

Berdasarkan data yang ditelusuri melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, paket pekerjaan Rehabilitasi Tanggul Sungai Krueng Peuto Kabupaten Aceh Utara berada di bawah kewenangan Dinas Pengairan Aceh dengan pagu anggaran sebesar Rp7.738.506.700 yang bersumber dari APBA Tahun Anggaran 2026.

Proyek rehabilitasi tersebut direncanakan dilaksanakan di kawasan Krueng Peuto, Kabupaten Aceh Utara, dengan masa kontrak mulai Juni hingga Desember 2026. Pekerjaan difokuskan pada perbaikan dan penguatan tanggul sungai yang selama ini berfungsi sebagai pengendali banjir. 


Rencana rehabilitasi tanggul itu mendapat perhatian luas masyarakat, terutama setelah banjir kembali melanda sejumlah gampong akibat luapan Krueng Peuto pada Minggu (24/5/2026). Banjir yang terjadi untuk kedua kalinya dalam bulan Mei tersebut merendam ratusan rumah warga di beberapa desa di Kecamatan Lhoksukon. 

Camat Lhoksukon, Kamaruddin KS, mengatakan upaya penanganan tanggul yang rusak merupakan hasil koordinasi intensif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dengan Pemerintah Aceh pascabanjir besar yang terjadi sebelumnya.

“Pak Bupati bersama dinas terkait telah berhasil mendorong Pemerintah Aceh untuk menangani tanggul yang jebol tersebut. Informasi yang kami terima, proses tender pembangunan tanggul itu sudah selesai,” kata Kamaruddin.

Menurutnya, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau akrab disapa Ayahwa juga telah berulang kali berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh guna mempercepat realisasi pembangunan tanggul yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat di kawasan rawan banjir.

“Pak Bupati sudah berkali-kali berkoordinasi ke provinsi pascabanjir besar untuk memperjuangkan perbaikan tanggul tersebut,” ujarnya.

Selama ini, kerusakan pada sejumlah titik tanggul Krueng Peuto kerap dikeluhkan warga karena dinilai menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak banjir saat curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat. Masyarakat berharap rehabilitasi yang telah dianggarkan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi permukiman warga, lahan pertanian, serta fasilitas umum di kawasan terdampak.

Dengan telah dialokasikannya anggaran dalam APBA 2026, rehabilitasi tanggul Krueng Peuto diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat sistem pengendalian banjir dan mengurangi kerugian yang selama ini dialami masyarakat Aceh Utara akibat luapan sungai.***

Penulis : Syahrul Usman