Khutbah Jumat: Bertahan di Jalan Dakwah
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH BESAR | PASESATU.COM — Dakwah merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah baligh dan berakal, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Namun, di balik kewajiban tersebut terdapat konsekuensi yang tidak ringan, karena dakwah kerap berjalan beriringan dengan ujian dan penolakan.
Hal tersebut akan disampaikan oleh Tgk. Hadi Irfandi, S.Pd., dalam khutbah Jumat di Masjid Baitul ‘Adhim, Kemukiman Aneuk Batee, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (1/5/2026).
Dalam rilis materi khutbahnya dijelaskan bahwa dakwah merupakan aktivitas mulia yang telah menjadi jalan para nabi dan rasul. Dakwah tidak sekadar menyampaikan ajaran, tetapi juga bertujuan mengubah kondisi manusia dari keburukan menuju kebaikan. Oleh karena itu, dalam praktiknya, dakwah tidak pernah lepas dari beragam respons, mulai dari penerimaan hingga penolakan.
Ia menjelaskan, sejarah para nabi menunjukkan bahwa ujian merupakan bagian dari perjalanan dakwah. Tekanan, ancaman, hingga penolakan dari masyarakat menjadi hal yang tidak terpisahkan. Hal serupa juga dialami Nabi Muhammad saw. yang menghadapi berbagai upaya penghentian dakwah, baik melalui pendekatan persuasif seperti bujukan harta dan kekuasaan, maupun tekanan berupa penyebaran opini negatif, termasuk fitnah dan hoaks, hingga pemboikotan terhadap para pengikutnya.
Menurut pengamat sosial kepemudaan di Islamic Civilization in Malay Archipelago Forum (ICOMAF) tersebut, berbagai bentuk penentangan itu tidak selalu melemahkan dakwah. Dalam banyak kondisi, justru dapat memperluas penyebaran ajaran Islam karena semakin banyak orang mengenal pesan yang disampaikan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dakwah harus terus berjalan dan tidak boleh terhenti. Dakwah menjadi sarana bagi manusia untuk mengenal ajaran Allah, memahami batas antara yang benar dan yang salah, serta memperbaiki kehidupan secara menyeluruh.
Pada bagian lain khutbahnya, ia menguraikan bahwa terdapat tiga sikap utama yang harus dimiliki oleh pelaku dakwah. Pertama, ikhlas, yaitu menjalankan dakwah semata-mata karena Allah. Kedua, sabar, karena perjalanan dakwah akan dihadapkan pada berbagai kesulitan. Ketiga, istiqamah atau tetap teguh dalam menjalankan kebenaran, tanpa mudah berubah arah meskipun menghadapi tekanan.
“Dakwah bukan aktivitas sesaat, melainkan tanggung jawab yang harus dijalankan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui khutbah ini, jamaah diharapkan dapat memahami bahwa dakwah merupakan bagian dari tanggung jawab setiap muslim, sekaligus menyadari bahwa jalan tersebut menuntut kesiapan dalam menghadapi berbagai ujian.***
Penulis: Hamdani



