BERITA TERKINI

Warga Turun ke Sawah, Bantuan Masih Tertinggal di Belakang


ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Saat lumpur belum benar-benar kering dan luka pascabanjir belum sepenuhnya pulih, warga Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Tanah Jambo Aye, memilih untuk tidak menunggu. Mereka turun ke sawah bukan karena semuanya sudah siap, tetapi karena tidak punya pilihan lain.


Di tengah keterbatasan, masyarakat mulai menggarap lahan yang sebelumnya terendam. Pembicaraan di warung kopi tak lagi soal bantuan yang datang atau tidak, melainkan kapan bisa menanam agar dapur tetap mengepul.


Geuchik Alue Ie Mirah, Rusli Abdullah, menyebut pergeseran itu sebagai tanda warga mulai bangkit. “Sudah ada peralihan pembicaraan di tengah masyarakat. Sekarang mereka mulai turun ke sawah,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).


Namun realitas di lapangan jauh dari kata siap. Petani dipaksa bergerak tanpa bekal yang cukup. Bibit belum tersedia, pupuk sulit didapat, dan obat semprot (pestisida) masih jadi barang yang dinanti. Di saat seharusnya negara hadir memastikan roda produksi kembali berputar, yang terlihat justru kekosongan.


Ironisnya, bantuan yang digelontorkan selama ini masih berkutat pada fase darurat seolah bencana hanya berhenti pada saat air surut. Padahal bagi petani, bencana justru dimulai ketika mereka harus menanam tanpa dukungan.


Warga kini sedang menanam harapan di atas tanah yang belum sepenuhnya pulih. Mereka bergerak lebih cepat dari bantuan yang dijanjikan. Dan jika kondisi ini terus dibiarkan, yang tumbuh bukan hanya padi tetapi juga rasa kecewa yang semakin dalam.
 

Pertanyaannya kini bukan lagi kapan panen akan datang, tetapi apakah perhatian akan benar-benar hadir sebelum semuanya kembali terlambat.***

Penulis : Abdul Rafar