UMKM Terjepit Pascabanjir: “Kami Butuh Kebijakan, Bukan Sekadar Bertahan”
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Derita pelaku UMKM kian dalam pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah. Lonjakan harga bahan baku seperti pisang, minyak goreng curah, hingga plastik kemasan, membuat para pedagang kecil berada di titik paling rentan.
Di tengah tekanan itu, mereka bukan hanya berjuang menjaga usaha tetap hidup, tetapi juga menahan diri untuk tidak menaikkan harga demi mempertahankan pelanggan yang sama-sama sedang kesulitan.
Namun kesabaran itu mulai mencapai batas.
“Kalau terus begini, kami tidak kuat. Kami butuh kebijakan pemerintah, bukan dibiarkan bertahan sendiri,” ujar salah seorang pelaku UMKM, Jumat (10/4/2036).
Permintaan itu bukan tanpa alasan. Mereka berharap adanya langkah konkret dari pemerintah dan instansi terkait, seperti pengendalian harga minyak goreng curah, stabilisasi distribusi bahan baku, hingga bantuan langsung bagi pelaku usaha kecil terdampak bencana.
Bagi mereka, persoalan ini bukan sekadar naik-turunnya harga pasar. Ini soal keberlangsungan hidup. Ketika biaya produksi terus merangkak naik sementara harga jual ditahan karena rasa kemanusiaan, yang terjadi adalah pelan-pelan usaha mereka tercekik.
“Jangan sampai kami mati pelan-pelan. Kami ini usaha kecil, tapi kami hidup dari sini,” tambahnya.
Kondisi ini menjadi alarm keras bahwa tanpa intervensi nyata, sektor UMKM yang selama ini menjadi penopang ekonomi rakyat bisa runtuh satu per satu. Dan ketika itu terjadi, dampaknya bukan hanya pada pedagang, tetapi juga pada masyarakat luas yang bergantung pada ekonomi kecil sehari-hari.
Kini, pelaku UMKM hanya bisa berharap: pemerintah hadir, bukan sekadar melihat.***
