BERITA TERKINI

Saluran Sekunder DI Jambo Aye Tersumbat, Sekdes Tanjong Minjei Peringatkan Ancaman Gagal Tanam


ACEH TIMUR | PASESATU.COM
– Kondisi saluran sekunder Daerah Irigasi (DI) Jambo Aye di Gampong Tanjong Minjei, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, kian memprihatinkan. Saluran yang seharusnya menjadi jalur utama pengairan sawah kini tersumbat lumpur dan dipenuhi air keruh, menyebabkan aliran air tidak lagi berfungsi optimal.

Akibatnya, air yang semestinya mengalir ke areal persawahan justru menggenang tanpa arah. Situasi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan petani, terutama menjelang musim tanam tahun ini.

Sekretaris Desa (Sekdes) Gampong Tanjong Minjei, Zulfitri, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia memperingatkan adanya ancaman nyata gagal tanam jika tidak segera ditangani.

“Kalau dibiarkan, ini bisa berujung gagal tanam. Masyarakat sudah tertimpa musibah, jangan ditambah lagi dengan tidak bisa turun ke sawah,” ujar Zulfitri, Minggu (12/4/2026).

Menurutnya, saluran irigasi merupakan urat nadi bagi sektor pertanian. Namun pendangkalan dan penyumbatan yang terus terjadi membuat fungsi vital tersebut lumpuh total. Lahan sawah pun kini sulit diolah, bahkan terancam tidak dapat ditanami sama sekali.

Warga, lanjutnya, telah berupaya melakukan pembersihan secara gotong royong. Namun keterbatasan alat serta kondisi saluran yang mengalami kerusakan berat membuat hasilnya belum maksimal.

“Ini bukan pekerjaan ringan. Butuh alat berat dan penanganan serius dari pemerintah,” tegasnya.

Zulfitri mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan normalisasi saluran, mulai dari pengerukan lumpur hingga pembersihan vegetasi liar yang menghambat aliran air.

“Ini menyangkut perut masyarakat. Kalau musim tanam gagal, dampaknya bukan hanya petani, tapi juga ketahanan pangan,” pungkasnya.

Tersumbatnya saluran sekunder DI Jambo Aye saat ini telah memperlambat bahkan menghambat total aliran air ke sawah, sehingga memperbesar risiko kerugian bagi petani di wilayah tersebut.***

Penulis : Abdul Rafar