Ratusan Geuchik Keluhkan Pelayanan Bank Aceh Syariah Capem Matangkuli
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Forum Geuchik Kecamatan Nibong menyampaikan keluhan masyarakat terkait pelayanan di Bank Aceh Syariah Cabang Pembantu (Capem) Matangkuli yang dinilai belum optimal. Keluhan utama yang disampaikan adalah lambatnya pelayanan akibat keterbatasan petugas teller, sehingga menyebabkan antrean panjang.
Sekretaris Forum Geuchik Kecamatan Nibong, Razali, S.A.B., mengatakan pihaknya menerima banyak aspirasi dari para geuchik serta masyarakat di Kecamatan Nibong dan Tanah Luas mengenai kondisi pelayanan di bank tersebut.
“Keluhan utama masyarakat adalah pelayanan yang belum optimal, salah satunya karena jumlah teller hanya satu orang, sehingga menyebabkan antrean panjang dan waktu layanan menjadi lambat,” ujar Razali, Selasa (21/4/2026).
Menurut dia, kondisi tersebut telah cukup lama dirasakan masyarakat, terutama nasabah yang melakukan transaksi rutin. Lambatnya pelayanan dinilai turut menghambat aktivitas ekonomi warga di sejumlah kecamatan.
Ia menyebutkan, dampak pelayanan yang lambat dirasakan masyarakat di lima kecamatan, yakni Nibong, Tanah Luas, Matangkuli, Pirak Timu, dan Paya Bakong.
Sebagai solusi, Forum Geuchik Kecamatan Nibong mengusulkan agar Bank Aceh Syariah mempertimbangkan pembukaan cabang pembantu baru di wilayah Nibong atau Tanah Luas. Langkah itu dinilai dapat mempercepat pelayanan sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perbankan.
“Kami berharap ada perhatian dari pihak Bank Aceh Syariah untuk membuka cabang pembantu baru di Nibong atau Tanah Luas, agar pelayanan lebih cepat dan masyarakat tidak lagi harus menunggu lama,” kata Razali.
Menurutnya, usulan tersebut bukan hanya untuk meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di tingkat kecamatan.
Hingga berita ini diturunkan, Forum Geuchik Kecamatan Nibong berharap pihak Bank Aceh Syariah dan pihak terkait lainnya dapat segera menindaklanjuti aspirasi tersebut demi peningkatan layanan perbankan bagi masyarakat di wilayah Aceh Utara.***


