BERITA TERKINI

Petir Menyambar Sekejap, Duka Menetap Selamanya: Tiga Anak Kehilangan Sosok Ayah


ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Duka pekat menyelimuti Dusun Kareung, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan. Bukan hanya karena satu nyawa melayang akibat sambaran petir, tetapi karena kepergian itu meninggalkan luka yang dalam bagi seorang istri, dan tiga anak yang kini harus tumbuh tanpa ayah.

Zakaria (45) pergi begitu cepat. Tanpa pesan terakhir, tanpa isyarat perpisahan. Ia pergi di tengah hari yang semula terasa biasa, lalu berubah menjadi batas yang tak bisa dilintasi kembali.

Di rumah sederhana mereka, Salmina istri almarhum masih berusaha menerima kenyataan yang terasa seperti mimpi buruk yang tak kunjung usai.

“Tidak ada tanda-tanda… tidak ada pesan apa-apa,” ucapnya dengan suara serak. Air matanya jatuh perlahan, seolah tak lagi punya tenaga untuk menangis keras.

“Saya tidak pernah menyangka… itu hari terakhir kami bersama.”

Namun luka itu tak berhenti pada dirinya. Tiga anak mereka kini menjadi saksi kehilangan yang terlalu besar untuk usia mereka.
“Anak-anak sering tanya, ‘Ayah ke mana?’” lanjut Salmina, menahan isak.

“Saya tidak tahu harus jawab apa… mereka belum paham kalau ayahnya tidak akan pulang lagi.”
Di sudut rumah, mainan berserakan. Tawa anak-anak kadang masih terdengar, tapi terasa hampa. Tak ada lagi sosok ayah yang biasanya menyapa sepulang kerja, menggendong, atau sekadar duduk menemani.

Kini, Salmina harus berdiri sendiri. Menjadi ibu sekaligus ayah, di tengah duka yang belum sempat reda. Ia bukan hanya kehilangan pasangan hidup, tapi juga kehilangan penopang utama keluarga.
Malam menjadi waktu yang paling berat. Saat sunyi datang tanpa ampun, kenangan tentang Zakaria justru terasa semakin dekat namun tak bisa disentuh.

Warga berdatangan, membawa doa dan empati. Namun mereka tahu, ada luka yang tak bisa disembuhkan hanya dengan kata-kata.

Petir itu memang hanya menyambar sekali. Tapi ia merenggut segalanya mengambil seorang suami, seorang ayah, dan meninggalkan tiga anak dalam kehilangan yang panjang.

Di Dusun Kareung, langit mungkin akan kembali cerah. Tapi bagi keluarga kecil ini, mendung itu seolah menetap… untuk waktu yang sangat lama.***

Penulis : Abdul Rafar