BERITA TERKINI

Petani Matang Linya Keluhkan Irigasi Rusak, Perbaikan Pasca Banjir Belum Terealisasi

Petani Matang Linya Keluhkan Irigasi Rusak, Perbaikan Pasca Banjir Belum Terealisasi
Sawah terbengkalai akibat irigasi rusak di Matang Linya, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Hingga kini, petani masih menunggu realisasi perbaikan yang dijanjikan pemerintah pascabanjir. Foto : Abdul Rafar / pasesatu

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Kondisi petani di Kemukiman Matang Linya, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, semakin memprihatinkan akibat rusaknya jaringan irigasi pasca banjir yang hingga kini belum diperbaiki. Akibatnya, sejumlah lahan persawahan belum dapat digarap dan musim tanam terancam terlewat.

Hingga Kamis (23/4/2026), para petani mengaku masih menunggu realisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) yang disebut-sebut menjadi solusi atas kerusakan infrastruktur pertanian di wilayah tersebut.

Salah seorang petani, Tgk M. Jafar, menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan kerusakan irigasi yang menjadi urat nadi pertanian warga.

“Setiap kami tanya, jawabannya selalu sama, masih menunggu rehab rekon. Sementara kebutuhan hidup terus berjalan dan kami tidak bisa terus menunggu,” ujarnya.

Menurut warga, sawah yang selama ini menjadi sumber penghasilan utama masyarakat kini belum dapat difungsikan karena aliran air ke lahan pertanian terputus. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian petani kehilangan mata pencaharian sementara waktu.

Selain berdampak pada ekonomi keluarga, keterlambatan perbaikan irigasi juga dikhawatirkan akan mengganggu jadwal musim tanam berikutnya. Jika kondisi ini terus berlanjut, hasil produksi pertanian masyarakat diperkirakan akan menurun.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat perbaikan jaringan irigasi agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal.

Bagi para petani di Matang Linya, kepastian perbaikan irigasi bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup dan masa depan keluarga mereka.***

Penulis : Abdul Rafar