Pemulihan Pascabanjir di Desa Simpang Tiga Belum Tuntas, Warga Masih Berjuang Sendiri
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Meski banjir yang melanda Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara telah surut, proses pemulihan di wilayah tersebut dinilai belum sepenuhnya berjalan optimal. Sejumlah rumah warga masih menyisakan bekas lumpur, sementara sisa material banjir tampak menumpuk di beberapa titik desa.
Berdasarkan amatan di lokasi pada Sabtu (18/4/2026), kondisi pascabanjir masih terlihat jelas. Dinding rumah warga masih dipenuhi bekas lumpur yang mengering, sedangkan kayu hanyut, sampah, dan material sisa banjir belum seluruhnya dibersihkan.
Sejumlah warga juga masih bertahan di rumah yang mengalami kerusakan. Sebagian di antaranya melakukan perbaikan secara mandiri dengan menambal dinding dan menutup bagian lantai yang rusak agar rumah tetap dapat ditempati.
Selain kerusakan fisik, warga mengaku masih menghadapi kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ketersediaan air bersih yang sempat terganggu pascabanjir serta kerusakan infrastruktur menjadi persoalan yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.
Di tengah upaya pemulihan tersebut, sejumlah warga menyebut bantuan telah datang, namun distribusinya dinilai belum merata. Sebagian warga telah menerima bantuan, sementara lainnya masih menunggu tanpa kepastian waktu.
“Masih ada warga yang berjuang memperbaiki rumahnya sendiri karena belum semua mendapatkan bantuan,” ujar salah seorang warga setempat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak banjir tidak hanya berupa kerusakan harta benda, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial dan psikologis masyarakat. Meski aktivitas warga perlahan mulai kembali normal, beban pascabencana masih dirasakan hingga saat ini.
Anak-anak terlihat kembali bermain di lingkungan desa yang sebelumnya sempat terendam banjir, sementara para orang tua masih berupaya memulihkan kondisi rumah dan kehidupan keluarga mereka.
Meski banjir telah surut dan tidak lagi menjadi sorotan utama, warga Desa Simpang Tiga berharap proses pemulihan dapat segera dituntaskan agar kehidupan masyarakat benar-benar kembali normal.***

