Pembangunan 500 Unit Hunian Tetap di Aceh Utara Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Pembangunan sebanyak 500 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara saat ini sedang berlangsung. Program bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk masyarakat terdampak bencana.
Informasi tersebut disampaikan Bupati Aceh Utara, Ismail A. Jalil, melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dr. Muhammad, S.T., M.T., pada Sabtu (4/4/2026).
Penandatanganan kontrak pembangunan dilakukan oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara, M. Nasir, S.Sos., M.Si., yang mewakili bupati. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas PUPR Aceh Utara, Ir. Jaffar, S.T., M.S.M., Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkim, Dr. Muhammad, serta perwakilan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Dr. Muhammad menjelaskan, dari total 500 unit rumah yang dibangun, sebanyak 100 unit berlokasi di Gampong Meunasah Bujok, Kecamatan Baktiya. Sementara sisanya tersebar di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, dan Gampong Alue Papeun, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia atas bantuan hunian tetap bagi korban banjir. Bantuan ini sangat membantu masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Direktur CV Raya Engineering, Reza Angkasah, mengatakan pembangunan huntap tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Menurutnya, pemerintah daerah berperan dalam penyediaan lahan, sedangkan yayasan menanggung pembiayaan pembangunan rumah.
“Proyek ini mampu menyerap lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal, yang sebagian besar merupakan penyintas banjir. Kondisi ini turut memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Reza.
Ia menambahkan, dampak ekonomi dari proyek tersebut tidak hanya dirasakan oleh para pekerja, tetapi juga keluarga mereka.
“Jika satu pekerja menanggung rata-rata empat anggota keluarga, maka manfaat pembangunan ini dapat dirasakan sekitar 12.000 jiwa, khususnya di wilayah Jambo Aye, Baktiya, dan Langkahan. Selain itu, proyek ini juga ikut menggerakkan sektor industri lokal, seperti produksi batu bata merah,” jelasnya.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sendiri merupakan lembaga kemanusiaan nirlaba yang berdiri sejak 1993. Lembaga ini berfokus pada empat misi utama, yakni kegiatan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, dan budaya humanis.
Selama ini, yayasan tersebut aktif memberikan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana, serta mendukung sektor kesehatan dan pendidikan di berbagai daerah di Indonesia tanpa membedakan suku, agama, maupun ras.***





