BERITA TERKINI

Menu Sederhana Jadi Sorotan, Anggaran Dinilai Tak Sepadan dengan Isi Piring


ACEH UTARA | PASESATU.COM 
— Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai menuai sorotan. Perhatian publik tertuju pada komposisi menu yang disajikan, yang dinilai belum mencerminkan besaran anggaran yang dialokasikan.

Dalam satu porsi, menu yang diberikan terdiri atas nasi kuning, tumis kol, beberapa butir kelengkeng, tempe goreng, dan telur balado. Secara komposisi, menu ini tampak sederhana dan memenuhi unsur dasar. Namun pada praktiknya, porsi dan kualitas bahan dinilai minimal.

Sayur kol disajikan tanpa variasi, tempe hadir dalam potongan tipis, dan buah hanya beberapa butir. Telur balado menjadi satu-satunya sumber protein utama. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kecukupan gizi serta kesesuaian dengan tujuan program.

Sebagai program yang dirancang untuk meningkatkan asupan gizi, MBG semestinya tidak hanya berfokus pada keberadaan menu, tetapi juga kualitas, porsi, dan kandungan nutrisi yang memadai. Ketika sajian terlihat sederhana dengan porsi terbatas, publik mulai mempertanyakan apakah anggaran yang tersedia benar-benar tersalurkan secara optimal.

Sejumlah pihak menilai, transparansi dalam pengelolaan anggaran dan standar penyajian menjadi kunci. Tanpa itu, sulit memastikan bahwa program yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar ini berjalan sesuai dengan harapan.

Sorotan terhadap MBG pun kian meluas, tak hanya pada pelaksanaan di lapangan, tetapi juga pada aspek akuntabilitas dan efektivitas penggunaan anggaran.***


Penulis : Redaksi | Editor : Syahrul