Korban Banjir di Langkahan Masih Tinggal di Hunian Sementara, Kerinduan untuk Pulang Kian Terasa
ACEH UTARA | PASESATU.COM— Sejumlah warga korban banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih bertahan di hunian sementara setelah rumah mereka terdampak banjir beberapa waktu lalu.
Pada malam hari, suasana di lokasi pengungsian terlihat sunyi. Tenda-tenda darurat yang digunakan sebagai tempat tinggal sementara berdiri berderet, sebagian di antaranya mulai mengalami kerusakan akibat cuaca dan penggunaan dalam waktu yang cukup lama.
Bagi para penyintas, rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung kini belum dapat ditempati kembali. Sebagian rumah dilaporkan rusak berat, sementara lainnya masih dipenuhi lumpur dan puing sisa banjir.
“Kalau malam, rasa rindu itu paling terasa. Kami rindu rumah dan ingin anak-anak bisa tidur dengan nyaman seperti dulu,” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi hunian sementara.
Warga lainnya mengaku masih berharap adanya percepatan bantuan untuk pemulihan tempat tinggal mereka. Seorang lansia korban banjir mengatakan rumahnya mengalami kerusakan parah akibat derasnya arus banjir.
Sejumlah anak-anak di lokasi pengungsian tampak tetap beraktivitas dan bermain di sekitar tenda, meski dalam kondisi fasilitas yang terbatas. Beberapa orang tua menyebut anak-anak mereka juga kehilangan perlengkapan sekolah dan barang-barang pribadi akibat banjir.
Kondisi tersebut menimbulkan beban psikologis bagi warga, terutama saat malam hari atau ketika hujan kembali turun. Sebagian warga mengaku masih merasa cemas jika cuaca memburuk.
Hingga saat ini, para korban berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera memberikan solusi permanen agar mereka dapat kembali menempati rumah yang layak.
Harapan terbesar para penyintas adalah dapat segera pulang dan memulai kembali kehidupan mereka seperti sediakala.***



