Komisi IV DPRK Aceh Utara Koordinasi ke BNPB Pusat, Dorong Percepatan Penanganan Banjir dan Rehab Rekon
Font Terkecil
Font Terbesar
JAKARTA | PASESATU.COM — Komitmen dalam mempercepat penanganan banjir serta program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) di Aceh Utara terus diperkuat. Hal ini ditunjukkan oleh kunjungan kerja Komisi IV DPRK Aceh Utara ke BNPB Pusat dalam rangka koordinasi dan konsultasi strategis yang berlangsung pada 9 April 2026.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRK Aceh Utara, Bukhari, Wakil Ketua komisi IV Muhammad Rizal, Sekretaris Komisi IV Zulkifli (Toke Dun) dan anggota diantaranya, Zulkifli, S.E, Saidul Abrar serta anggota DPRK Aceh Utara lainnya dari Komisi I Hamdani dan Komisi II Marzuki.
Dari pihak BNPB Pusat, rombongan disambut oleh Yuli selaku PPK Stimulan, Furqan selaku PPK Operasional, Edi sebagai PIC Aceh Utara–Lhokseumawe, serta perwakilan Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi.
Dalam keterangannya, Bukhari menyampaikan bahwa agenda utama kunjungan ini adalah membahas penanganan banjir yang kerap melanda wilayah Aceh Utara, sekaligus meninjau perkembangan data serta prospek pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kami dari Komisi IV DPRK Aceh Utara berkunjung ke BNPB Pusat untuk melakukan koordinasi dan konsultasi terkait penanganan banjir di Aceh Utara. Selain itu, kami juga membahas sejauh mana perkembangan data dan prospek rehab rekon yang akan dilakukan,” ujar Bukhari.
Ia menambahkan, dari hasil diskusi bersama pihak BNPB, terdapat sejumlah hal yang perlu diselesaikan secara bersama antara pemerintah daerah dan legislatif agar harapan masyarakat dapat segera terwujud.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRK, dan pemerintah pusat menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan banjir serta pelaksanaan pembangunan pascabencana di Aceh Utara.
Melalui pertemuan ini, diharapkan langkah konkret dan terukur dapat segera direalisasikan, sehingga masyarakat Aceh Utara dapat merasakan manfaat nyata dari program penanggulangan bencana dan pembangunan pascabencana.***




