Jalan Desa Buket Linteung Hancur Pascabanjir, Warga Terjebak di Antara Lumpur dan Debu
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Luka pascabanjir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, belum juga menemukan titik pulih. Jalan desa yang menjadi akses utama warga kini berubah menjadi simbol keterabaian hancur, berlubang, dan tak lagi layak dilalui.
Saat hujan turun, badan jalan menjelma kubangan panjang. Lumpur menggenang, licin, dan membahayakan setiap kendaraan yang melintas. Namun ketika cuaca cerah, penderitaan itu tak berhenti debu tebal beterbangan, menyesakkan napas dan menyelimuti rumah-rumah warga.
Warga kini hidup di antara dua kondisi yang sama-sama menyulitkan: terjebak lumpur saat hujan, dan diselimuti debu saat panas. Aktivitas ekonomi terganggu, mobilitas terhambat, bahkan keselamatan menjadi taruhan setiap hari.
“Kalau hujan, kami takut jatuh. Kalau panas, debunya masuk ke rumah. Mau bagaimana lagi?” keluh seorang warga.
Kerusakan ini merupakan dampak dari banjir besar yang sebelumnya melanda kawasan tersebut. Namun hingga kini, belum terlihat adanya penanganan serius. Jalan yang seharusnya menjadi prioritas justru dibiarkan dalam kondisi memprihatinkan.
Amatan Media, Rabu 15 April 2026, kondisi jalan masih rusak berat. Tidak ada aktivitas perbaikan di lokasi. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan lumpur, sementara saat cuaca cerah, debu tebal beterbangan dan mengganggu kesehatan warga.
Situasi ini menjadi potret nyata lambannya respons pemulihan pascabencana di saat warga berjuang bangkit, akses dasar mereka justru terus terabaikan.***
