Haji Uma: Keteladanan Cut Nyak Dhien Relevan bagi Generasi Masa Kini
Font Terkecil
Font Terbesar
SUMEDANG | PASESATU.COM — Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, mengisi ceramah pada peringatan Milad ke-75 Keluarga Masyarakat Aceh Bandung (KAMABA) yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal di Pendopo Bupati Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/4/2024).
Dalam tausiahnya, Haji Uma mengangkat keteladanan pahlawan nasional Cut Nyak Dhien sebagai inspirasi perjuangan dan pedoman moral bagi masyarakat, khususnya generasi muda Aceh di perantauan.
Menurut Haji Uma, ada tiga nilai utama yang dapat dipetik dari sosok Cut Nyak Dhien, yakni kegigihan, keikhlasan, dan integritas.
“Pertama adalah kegigihan dalam berjuang, kedua keikhlasan dalam mengabdi, dan ketiga integritas atau prinsip hidup yang kuat. Tiga nilai ini harus menjadi rujukan dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Haji Uma di hadapan peserta.
Ia menegaskan, perjuangan Cut Nyak Dhien tidak hanya memiliki makna historis, tetapi juga tetap relevan dalam kehidupan saat ini sebagai landasan membangun karakter, semangat pengabdian, dan daya juang masyarakat.
Haji Uma juga menyinggung keteguhan Cut Nyak Dhien dalam melawan penjajahan Belanda meskipun harus kehilangan suaminya, Teuku Umar, di medan perang.
Menurut dia, keteguhan sang pahlawan menjadi simbol kekuatan iman, ketulusan pengabdian, serta komitmen dalam membela bangsa dan agama.
Kegiatan Milad ke-75 KAMABA berlangsung khidmat dan dihadiri masyarakat Aceh dari berbagai daerah di Jawa Barat. Hadir pula sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Asisten III Pemerintah Aceh Murtala, Ketua Umum KAMABA Zulmauli Bahri, Ketua Pembina Zulkifli M. Adam, Ketua Tim Muslem Armas, serta sejumlah tokoh Aceh lainnya.
Dalam kesempatan itu, Haji Uma juga mengajak masyarakat Aceh di perantauan untuk terus menjaga identitas budaya, memperkuat solidaritas, serta berkontribusi positif di daerah tempat tinggal masing-masing.
“Jangan pernah melupakan sejarah dan nilai-nilai budaya Aceh. Di mana pun berada, kita harus tetap menjaga jati diri dan kebersamaan,” katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Haji Uma bersama rombongan turut melakukan ziarah ke makam Cut Nyak Dhien di Sumedang. Ziarah tersebut diisi dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan atas jasa pahlawan nasional asal Aceh itu.
Peringatan Milad ke-75 KAMABA tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan di tengah masyarakat Aceh diaspora, khususnya di Jawa Barat.***



