BERITA TERKINI

Akses Rusak, Petani Sawit Aceh Utara Kesulitan Angkut Hasil Panen

Akses Rusak, Petani Sawit Aceh Utara Kesulitan Angkut Hasil Panen

ACEH UTARA | PASESATU.COM 
– Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Aceh Utara mengajukan program perbaikan infrastruktur kebun kepada pemerintah pusat guna mendukung aktivitas petani sawit swadaya, khususnya akses jalan produksi yang saat ini dalam kondisi rusak.

Pengajuan tersebut difasilitasi oleh Ketua SPKS Aceh Utara, Abubakar AR, melalui pendampingan di ruang sarana dan prasarana Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Aceh Utara. Usulan diajukan lewat Koperasi Produsen Perkebunan Berkat Bunga Damai kepada Direktorat Jenderal Perkebunan.

Program ini ditujukan untuk 345 kepala keluarga petani dengan total luas lahan sekitar 780 hektare. Lokasi yang diusulkan mencakup empat desa, yaitu Cot Girek di Kecamatan Cot Girek serta Desa Seureuke, Lubok Pusaka, dan Buket Linteung di Kecamatan Langkahan.

Abubakar Ketua SPKS Aceh pada Jumat (10/04/2026) menyampaikan, proses pengajuan telah melalui pendampingan intensif selama lebih dari dua setengah tahun. Tahapan tersebut meliputi sosialisasi kepada petani, pengumpulan data fisik, hingga verifikasi dokumen legalitas lahan.

Ia menjelaskan, seluruh proses dilakukan secara bersama antara tim dan petani, termasuk pengumpulan dokumen seperti KTP, kartu keluarga, sertifikat hak milik (SHM), serta dokumentasi kondisi kebun.

Menurut Abubakar, kondisi jalan kebun di wilayah tersebut sudah lama tidak mendapatkan perbaikan, sehingga menyulitkan petani dalam mengangkut hasil panen tandan buah segar (TBS) ke pabrik.

Akibat kerusakan jalan yang cukup parah, distribusi hasil panen menjadi terhambat dan berdampak pada menurunnya produktivitas serta pendapatan petani.

SPKS Aceh Utara berharap pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) dapat segera menindaklanjuti usulan tersebut.

Abubakar menegaskan, perbaikan infrastruktur jalan kebun merupakan kebutuhan mendesak guna meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi distribusi hasil panen.

Ia menambahkan, para petani di empat desa tersebut menaruh harapan besar agar program ini dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan mereka.***



Penulis : Redaksi