Tiga Lokasi Hunian Sementara Disiapkan bagi Warga Terdampak di Panton Labu
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Proses relokasi warga terdampak dari bantaran Sungai Jambo Aye, Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, mulai direalisasikan. Hunian sementara (huntara) dibangun di tiga titik berbeda, termasuk di atas lahan pribadi milik warga yang dipinjamkan untuk kepentingan bersama.
Berdasarkan amatan di lapangan, Minggu (1/3/2026), pembangunan huntara dilakukan di halaman Masjid Lama, di depan Sekolah Muhammadiyah, serta di atas tanah milik seorang warga yang akrab disapa Toke Pon. Lahan tersebut dipinjamkan guna menampung warga yang sebelumnya bermukim di kawasan rawan banjir.
Ketua Tuha Peut Kota Panton Labu, Ajis, mengatakan pemindahan warga dilakukan sebagai langkah darurat untuk menghindari risiko banjir dan luapan sungai yang kerap terjadi di wilayah tersebut.
“Lokasinya ada tiga titik. Salah satunya di tanah milik Pak Toke Pon yang dipinjamkan untuk warga terdampak,” ujar Ajis saat ditemui di lokasi pembangunan.
Menurutnya, relokasi ini bersifat sementara sembari menunggu kebijakan lebih lanjut terkait hunian tetap. Ia menyebutkan, keterlibatan masyarakat dalam menyediakan lahan menunjukkan adanya semangat gotong royong di tengah situasi sulit.
Warga yang sebelumnya tinggal di bantaran Sungai Jambo Aye direlokasi karena kawasan tersebut dinilai berisiko tinggi terhadap banjir. Pemerintah daerah menilai langkah ini penting demi keselamatan warga sekaligus mendukung penataan kawasan sungai.
Sementara itu, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Heri S., sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan huntara ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri. Hal tersebut disampaikan usai rapat koordinasi di Balai Kecamatan Tanah Jambo Aye pada Sabtu (28/2/2026).
“Targetnya lima hari sebelum Lebaran harus selesai seluruhnya,” kata Heri.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, jajaran pemerintah daerah, unsur legislatif, kepolisian, serta perwakilan masyarakat dari lima kecamatan.
Pemerintah setempat menyatakan akan terus mendampingi warga hingga proses relokasi dan penanganan pascabencana berjalan tuntas. Huntara diharapkan dapat memberikan tempat tinggal sementara yang layak bagi warga sembari menunggu solusi hunian permanen yang sedang dirumuskan.
