Sisa Banjir Jadi Petaka: Tumpukan Kayu Terbakar, Kebun Sawit Warga Langkahan Hangus
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Api tiba-tiba mengamuk di Dusun Teungoh, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Sabtu (28/3/2026). Berasal dari tumpukan kayu sisa banjir, kobaran itu menjelma menjadi “neraka siang hari” yang melahap kebun sawit milik warga.
Peristiwa terjadi pada siang menjelang sore. Dalam waktu singkat, api membesar dan menjalar tanpa kendali. Kayu-kayu kering yang menumpuk sisa terjangan banjir beberapa waktu lalu menjadi bahan bakar yang mempercepat amukan si jago merah.
“Awalnya dari kayu-kayu itu, tiba-tiba terbakar. Api cepat sekali membesar. Sawit warga banyak yang ikut terbakar,” kata Marzuki Usman, warga setempat.
Kepanikan tak terhindarkan. Warga berlarian membawa alat seadanya, mencoba memadamkan api sebelum merembet lebih jauh. Namun angin kencang dan kondisi material yang kering membuat upaya mereka nyaris tak berdaya. Api terus menjilat lahan, membakar batang demi batang sawit.
Tidak ada sistem pemadaman memadai di lokasi. Warga hanya mengandalkan ember dan alat manual. Sementara itu, kobaran api bergerak liar, mengikuti arah angin, memperluas area terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Belum ada pula keterangan resmi terkait luas lahan yang terbakar maupun nilai kerugian yang dialami warga.
Insiden ini memperpanjang daftar penderitaan masyarakat Langkahan. Setelah dihantam banjir, kini mereka kembali menghadapi ancaman baru dari material sisa bencana yang berubah menjadi sumber petaka.
Warga mendesak pemerintah segera turun tangan. Pembersihan kayu-kayu sisa banjir dinilai mendesak dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang. “Kalau dibiarkan, ini bisa terulang lagi. Apalagi sekarang cuaca panas,” ujar seorang warga lainnya.
Bencana tidak selalu berakhir saat air surut. Di Langkahan, sisa banjir justru berubah menjadi ancaman nyata membakar, merusak, dan meninggalkan trauma baru bagi warga.(*)

