BERITA TERKINI

RSUD Cut Meutia Lhokseumawe Berbenah: Layanan Medis Ditingkatkan, Fasilitas Diperbarui


ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Meutia Lhokseumawe terus melakukan pembenahan besar-besaran guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, rumah sakit rujukan terbesar di Aceh Utara itu memperkuat layanan medis, menambah tenaga dokter spesialis, serta memperbaiki fasilitas demi memberikan pelayanan yang lebih cepat, nyaman, dan profesional.

Berbagai langkah strategis tersebut dilakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya, yang selama ini menjadikan RSUD Cut Meutia sebagai rumah sakit rujukan utama.

Salah satu terobosan penting yang dilakukan adalah menghadirkan layanan bedah saraf. Kehadiran layanan ini menjadi perkembangan signifikan karena sebelumnya pasien dengan gangguan saraf atau cedera kepala kerap harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Selain itu, rumah sakit juga memperkuat layanan kesehatan gigi dengan menghadirkan dokter gigi spesialis periodonti, yang menangani penyakit jaringan penyangga gigi seperti gusi dan tulang rahang. Penambahan layanan spesialis ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas perawatan gigi dan mulut bagi masyarakat.

Penguatan pelayanan medis juga dilakukan melalui penambahan sejumlah tenaga dokter spesialis, di antaranya dokter spesialis bedah ortopedi serta dokter spesialis radiologi. Kehadiran tenaga medis tambahan ini dinilai penting untuk mempercepat proses diagnosis sekaligus meningkatkan ketepatan penanganan pasien.

Tidak hanya fokus pada layanan medis, manajemen RSUD Cut Meutia juga melakukan pembenahan dari sisi fasilitas. Sejumlah ruang rawat inap direhabilitasi untuk meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan. Perbaikan dilakukan pada beberapa ruangan pasien serta fasilitas kamar mandi agar lebih layak, bersih, dan higienis.

Di bidang pengembangan layanan jantung, rumah sakit tersebut juga mencatat capaian penting melalui pelaksanaan tindakan perdana proctorship pada Instalasi Cathlab. Kegiatan ini terlaksana melalui kerja sama dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta serta RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam pengembangan layanan jantung di RSUD Cut Meutia, sehingga masyarakat di wilayah Aceh Utara tidak selalu harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan medis tertentu.

Upaya peningkatan pelayanan juga terlihat dari penyediaan mobil pengantar pasien dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuju ruang rawat inap guna mempercepat proses pemindahan pasien. Fasilitas ini diresmikan langsung oleh Bupati Aceh Utara sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

RSUD Cut Meutia juga semakin berkembang sebagai rumah sakit pendidikan. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah peserta pendidikan dokter spesialis yang menjalani praktik klinis di rumah sakit tersebut terus meningkat.

Para peserta pendidikan tersebut berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, khususnya dari bidang bedah dan urologi, yang menjalani pendidikan klinis sekaligus berkontribusi dalam pelayanan kepada pasien.

Perubahan juga terlihat dari penataan lingkungan rumah sakit. Manajemen RSUD Cut Meutia mulai melakukan program penghijauan dengan menambah taman di sejumlah area rumah sakit. Kehadiran ruang hijau ini menciptakan suasana yang lebih sejuk dan menenangkan bagi pasien maupun keluarga yang menunggu.

Senja menjelang waktu berbuka puasa pada Kamis (13/3/2026) menjadi salah satu gambaran perubahan tersebut. Halaman rumah sakit tampak lebih tertata dengan deretan tanaman hijau dan taman yang mulai rapi. Sejumlah keluarga pasien terlihat duduk menunggu kabar dari ruang perawatan, sementara lainnya berbincang pelan di bawah pepohonan yang meneduhkan.

Bagi banyak warga Aceh Utara, RSUD Cut Meutia bukan sekadar tempat berobat. Rumah sakit ini menjadi tempat harapan—tempat keluarga menggantungkan doa agar orang yang mereka cintai dapat kembali sehat.

Menurut pengamatan Abdul Rafar, Liaison Officer (Staf Penghubung) Anggota DPD RI H. Sudirman yang akrab disapa Haji Uma, berbagai pembenahan yang dilakukan RSUD Cut Meutia mulai memberikan dampak nyata.

Ia menilai perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari sisi fasilitas rumah sakit, tetapi juga dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Beberapa waktu terakhir kita melihat adanya perubahan yang cukup signifikan, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Aceh Utara yang selama ini sangat bergantung pada RSUD Cut Meutia,” ujarnya.

Dengan berbagai pembenahan yang terus dilakukan, RSUD Cut Meutia diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan yang andal bagi masyarakat di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya.(*) 


Penulis : Redaksi | Editor : Syahrul