Pengungsi di Aceh Utara Masih Bertahan di Tenda, Huntara Belum Rampung Jelang Lebaran
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Di tengah ramainya warga berburu takjil menjelang berbuka puasa, sejumlah keluarga terdampak musibah di Aceh Utara masih bertahan di tenda darurat dengan kondisi serba terbatas. Hingga awal Ramadan pekan ini, hunian sementara (huntara) yang dijanjikan belum sepenuhnya rampung, sementara Idulfitri kian dekat.
Pantauan di lokasi, beberapa rangka bangunan huntara telah berdiri. Namun, sebagian dinding belum terpasang sempurna dan lantai masih berupa tanah yang dipadatkan. Para pengungsi berharap pembangunan dapat segera diselesaikan agar mereka dapat menempati tempat tinggal yang lebih layak sebelum Lebaran.
“Katanya sebelum Lebaran sudah bisa ditempati,” ujar seorang ibu penghuni tenda yang enggan disebutkan namanya, Selasa (3/3/2026). Ia menatap bangunan huntara yang masih dalam proses pengerjaan.
Saat sore tiba, kontras suasana begitu terasa. Di pusat kota, ruas jalan dipadati kendaraan dan lapak pedagang takjil diserbu pembeli. Aroma kolak dan gorengan memenuhi udara menjelang azan magrib. Namun di lokasi pengungsian, aktivitas berbuka puasa berlangsung sederhana.
Di bawah terpal yang mulai kusam, keluarga pengungsi menyiapkan hidangan seadanya. Tanpa dapur permanen dan peralatan memadai, mereka berbuka di atas tikar yang digelar di atas tanah. Anak-anak duduk bersila menunggu waktu berbuka dengan tenang.
Sejumlah pengungsi mengaku tidak memiliki tuntutan berlebihan. Mereka hanya berharap dapat menempati huntara sebelum hari raya, agar tidak lagi bermalam di tenda yang kurang melindungi dari angin dan cuaca malam.
Ramadan terus berjalan dan hari raya tinggal menghitung waktu. Bagi sebagian besar warga, Lebaran identik dengan persiapan pakaian baru dan hidangan khas. Namun bagi para pengungsi di tenda darurat, harapan sederhana untuk memiliki atap yang layak menjadi makna tersendiri dari hari kemenangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai target penyelesaian pembangunan huntara tersebut.(*)
