Jelang Idulfitri, 22 KK Korban Banjir di Aceh Timur Masih Tanpa Huntara dan Listrik
ACEH TIMUR | PASESATU.COM — Menjelang Hari Raya Idulfitri, sebanyak 22 kepala keluarga (KK) korban banjir di Dusun Tanjong Meuleuweuk, Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, masih bertahan tanpa hunian sementara (huntara) dan aliran listrik yang memadai.
Padahal, seluruh warga terdampak telah terdata sebagai penerima huntara. Namun hingga kini, belum satu pun keluarga dapat menempati tempat tinggal sementara tersebut.
Kepala Dusun Tanjong Meuleuweuk, Saifuddin, menyampaikan kondisi tersebut masih berlangsung sejak banjir melanda wilayah itu.
“Sampai sekarang belum ada satu pun yang menempati huntara,” ujar Saifuddin, Senin (2/3/2026).
Ia menambahkan, dari empat rumah yang tidak mengalami kerusakan berat, dua di antaranya tidak memperoleh alokasi huntara.
Warga Sambung Listrik Secara Swadaya
Selain persoalan tempat tinggal, jaringan listrik di dusun tersebut juga belum sepenuhnya pulih. Sejak air surut, warga terpaksa bergotong royong memasang kembali sambungan listrik secara mandiri ke tiang utama.
Menurut Saifuddin, pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah dimintai bantuan. Namun, ia memahami keterbatasan petugas yang masih menangani banyak wilayah terdampak banjir.
“Kami maklumi petugas juga kelelahan karena banyak wilayah yang terdampak,” katanya.
Warga berharap sebelum Idulfitri, hunian sementara dan penerangan listrik sudah tersedia agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.
Air Bersih Jadi Kebutuhan Mendesak
Di tengah kondisi tersebut, krisis air bersih menjadi persoalan lain yang belum terselesaikan. Selama ini, warga mengandalkan air sungai yang kerap keruh, terutama saat musim hujan.
Dalam tiga bulan terakhir, bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak swasta disebut baru diterima sebanyak tiga kali. Akibatnya, warga harus berhemat dan saling berbagi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami sangat berharap ada perhatian lebih terhadap air bersih, karena ini kebutuhan paling utama,” ujar Saifuddin.
Bantuan Tenda Ibadah dari Korem 011/Lilawangsa
Di tengah keterbatasan, bantuan datang dari jajaran Korem 011/Lilawangsa. Komandan Korem mengirimkan satu unit tenda jumbo yang kini digunakan sebagai tempat ibadah sementara, setelah balai ibadah di dusun tersebut roboh akibat banjir.
Saifuddin menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut yang dinilai cepat dan tepat.
“Kami ucapkan terima kasih atas bantuan tenda jumbo untuk tempat ibadah kami yang roboh,” katanya.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera mempercepat penempatan huntara serta pemulihan listrik dan ketersediaan air bersih, agar kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan dengan lebih layak menjelang Hari Raya Idulfitri.(*)
