BERITA TERKINI

Sambal Oen Peugaga, Takjil Favorit Ramadan di Tengah Tantangan Pasca Banjir

Penulis : Abdul Rafar  | Editor : Syahrul
Sambal Oen Peugaga, Takjil Favorit Ramadan di Tengah Tantangan Pasca Banjir

ACEH UTARA | PASESATU.COM — Sambal oen peugaga menjadi salah satu kuliner khas yang paling diminati masyarakat selama Ramadan, khususnya di kawasan Panton Labu. Tak hanya dikenal karena cita rasanya yang segar, sajian tradisional ini juga memiliki nilai budaya dan manfaat kesehatan.

Sejak awal Ramadan, lapak penjual sambal oen peugaga di pasar takjil selalu ramai pembeli. Hidangan berbahan dasar daun pegagan ini kerap habis dalam waktu singkat menjelang berbuka puasa.

Berdasarkan pantauan di Pasar Ramadan pada Kamis (26/2/2026), puluhan bungkus sambal oen peugaga terjual hanya dalam hitungan jam. Perpaduan daun pegagan dengan kelapa parut sangrai, cabai, bawang, udang, serta perasan jeruk nipis menghadirkan rasa segar yang menjadi favorit masyarakat.

Namun, kondisi tahun ini berbeda bagi para pedagang. Banjir yang melanda sejumlah wilayah sebelumnya berdampak pada lahan pertanian, termasuk tanaman pegagan yang menjadi bahan baku utama sambal ini. Banyak tanaman rusak dan gagal panen sehingga pasokan ke pasar berkurang drastis.

Sakdiah, salah seorang pedagang takjil, mengaku mengalami penurunan produksi akibat sulitnya memperoleh bahan baku.

“Biasanya saya bisa menjual hingga 70 bungkus per hari. Sekarang paling banyak hanya 30 sampai 40 bungkus karena daun pegagan sulit didapat,” ujarnya.

Kelangkaan tersebut turut memicu kenaikan harga daun pegagan di tingkat pedagang. Jika sebelumnya mudah diperoleh dengan harga terjangkau, kini harganya meningkat hampir dua kali lipat akibat terbatasnya pasokan.

Meski demikian, minat masyarakat terhadap kuliner tradisional ini tetap tinggi. Banyak warga memilih datang lebih awal ke Pasar Ramadan agar tidak kehabisan.

Para pedagang berharap kondisi pertanian segera pulih sehingga pasokan daun pegagan kembali normal. Dengan demikian, produksi sambal oen peugaga dapat meningkat dan tetap menjadi sajian khas yang meramaikan suasana berbuka puasa di Aceh.(*)