Harga Pinang di Aceh Utara Naik, Petani Sambut Positif
![]() |
| Foto Dok : Kominfosat Aceh Utara |
Kenaikan harga tersebut disambut baik oleh para petani. Pinang dikenal sebagai komoditas perkebunan yang mudah dibudidayakan, tidak memerlukan perawatan intensif, serta memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga pinang saat ini tercatat sebagai berikut:
- Pinang belah dan kupas kering: Rp15.000 per kilogram
- Pinang basah: Rp10.000 per kilogram
Meski harga berada pada tren positif, jumlah tanaman pinang di Aceh Utara masih relatif terbatas. Hal ini disebabkan sebagian besar petani masih memprioritaskan budidaya kelapa sawit. Namun demikian, pinang mulai dilirik sebagai alternatif komoditas perkebunan yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.
Tokoh masyarakat Aceh Utara sekaligus pensiunan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Ibnu Sabil, asal Kecamatan Syamtalira Bayu, menyampaikan bahwa saat ini dirinya mulai fokus mengembangkan budidaya pinang dan tanaman lemon. Menurutnya, pinang memiliki prospek yang baik sebagai penopang ekonomi masyarakat tanpa harus mengandalkan kepemilikan lahan dalam skala besar.
“Budidaya pinang dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan tidur maupun pekarangan rumah. Tanaman ini ramah lingkungan, mudah dirawat, dan hasilnya cukup membantu perekonomian keluarga,” ujar Ibnu Sabil.
Kenaikan harga pinang ini diharapkan dapat menjadi dorongan bagi para petani di berbagai wilayah Aceh Utara untuk bangkit kembali setelah terdampak banjir pada tahun 2025. Pemerintah daerah melalui instansi terkait juga terus mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.(*)
Sumber : acehutara.go.id

