BERITA TERKINI

Haji Uma Bantu Biaya Rumah Singgah dan Biaya Makan Pendamping Pasien Kanker Darah Asal Aceh Timur di Jakarta

Penulis : Redaksi | Editor : Syahrul
Haji Uma Bantu Biaya Rumah Singgah dan Biaya Makan Pendamping Pasien Kanker Darah Asal Aceh Timur di Jakarta

BANDA ACEH | PASESATU.COM — Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma, memberikan bantuan biaya rumah singgah dan pendamping bagi Adrikatul Muna (20 tahun), pasien kanker darah asal Gampong Seuneubok Peusangan, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, yang saat ini sedang menjalani pengobatan di RS Kanker Dharmais, Jakarta. 

Adrikatul diketahui mulai menderita kanker darah (leukemia) sejak November 2025 dan hingga kini masih tercatat sebagai mahasiswi.

Haji Uma dalam kunjungannya melihat kondisi Adikatrul, menyampaikan bahwa pengobatan kanker darah membutuhkan waktu panjang dan pendampingan intensif, sehingga keluarga pasien harus bertahan tinggal di Jakarta selama berbulan-bulan. Menurutnya, kondisi ini menimbulkan beban ekonomi yang tidak ringan. 

“Yang sering memberatkan keluarga bukan hanya biaya pengobatan, tetapi juga sewa rumah singgah dan biaya hidup sehari-hari selama berada di Jakarta,” ujar Haji Uma kepada Adikratul dan pihak keluarga di RS Kanker Dharmais, Jumat (13/2/2026). 

Ia menjelaskan, biaya hidup pasien dan pendamping selama berobat di luar daerah bisa mencapai jutaan rupiah setiap bulan, sementara BPJS hanya menanggung biaya medis. Karena itu, ia berkomitmen untuk membantu agar pengobatan tidak terhenti akibat kendala biaya. 

“Saya bantu biaya rumah singgah dan pendamping supaya pasien bisa fokus menjalani kemoterapi sampai tuntas tanpa dibayangi kekhawatiran soal tempat tinggal dan makan,” katanya.

Dalam kunjungannya, Haji Uma juga memperoleh penjelasan tim medis bahwa Adrikatul sedang menjalani kemoterapi bertahap yang sangat bergantung pada kondisi imunitas tubuh, sehingga tidak dapat dipastikan durasi pastinya. Ia menilai dukungan sosial menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengobatan.

"Perjuangan melawan kanker ini panjang. Kalau keluarga tidak kuat secara ekonomi, pengobatan bisa terhenti di tengah jalan, dan itu sangat berisiko bagi pasien,” ujar tim medis yang menangani Adikratul di RS Kanker Dharmais.

Haji Uma berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan non-medis kepada pasien rujukan asal Aceh yang dirawat di luar daerah.

"Negara harus hadir tidak hanya di ruang perawatan, tetapi juga dalam menjamin tempat tinggal dan kebutuhan dasar pasien dan keluarganya selama menjalani pengobatan di rumah sakit diluar daerah asal domisili pasien. Kita sangat berharap kebijakan pemerintah daerah di Aceh guna adanya bantuan stimulus, terutama bagi warga kurang mampu” tutup Haji Uma.(*)