Penyelidikan Kayu Terbawa Banjir Bandang Masih Tahap Pemetaan Lokasi
Font Terkecil
Font Terbesar
Penulis : Syahrul | Editor : Tim Pasesatu
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menyatakan bahwa penyelidikan terkait kayu gelondongan yang terbawa banjir bandang masih berada pada tahap awal, yakni penyusunan dan pemetaan lokasi sumber kayu di wilayah hulu.
“Penyelidikan ini sampai sekarang baru tahap penyusunan lokasi. Kami datang ke sumber lokasi di atas, di wilayah Aceh Timur,” kata Marzuki saat diwawancarai pada Rabu (07/01/2026).
Menurut Marzuki, dari hasil peninjauan sementara di lapangan, ditemukan banyak tumpukan kayu di sepanjang aliran sungai. Kayu-kayu tersebut diduga merupakan kayu lama yang telah berada di lokasi sejak sebelumnya.
“Memang banyak tumpukan kayu, dan kayu-kayu sisa lama itu tidak terpotong,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini indikasi asal kayu belum mengarah ke beberapa sungai sekaligus. Penyelidikan sementara menunjukkan titik pertemuan aliran sungai berada di satu lokasi.
“Ini sementara indikasinya ada empat sungai, tapi titiknya satu, di daerah Galus. Di sana merupakan pusat pertemuan sungai yang dari Galus di Bebesan, sepanjang aliran sungai itu saja,” jelas Marzuki.
Aliran sungai yang ditelusuri, lanjut Marzuki, membentang dari wilayah Galus hingga ke Aceh Tengah.
“Dari mulai Galus sampai ke Aceh Tengah, sampai ke Acar Tengah,” katanya.
Terkait dugaan pembalakan liar, Kapolda Aceh menyebut kemungkinan tersebut masih terbuka, namun belum bersifat masif.
“Ilegal logging mungkin ada, tapi tidak sporadis,” ucapnya.
Marzuki menambahkan, berdasarkan pengamatan awal, potongan kayu yang ditemukan tidak menunjukkan bekas pemotongan yang jelas.
“Kalau dilihat, potongan kayu ini sepertinya hampir tidak ketemu bekas-bekas pemotongan yang sempurna,” pungkasnya.(*)