Pasca Banjir, Permintaan Batu Bata Merah di Aceh Timur Meningkat, Harga Ikut Naik

ACEH TIMUR | PASESATU.COM – Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara, permintaan batu bata merah mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut menyebabkan ketersediaan material bangunan menjadi terbatas dan harga mulai naik di pasaran.
Sejumlah pengrajin batu bata merah mengaku kewalahan memenuhi lonjakan permintaan dari warga yang mulai memperbaiki rumah mereka yang rusak akibat banjir. Batu bata merah menjadi salah satu material yang paling banyak dicari karena digunakan untuk membangun kembali dinding rumah yang roboh atau tergerus derasnya arus air.
“Sejak banjir surut, jumlah pembeli meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa,” ujar seorang pengrajin batu bata merah di Desa Seuneubok Peunteut, Kecamatan Peudawa, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (4/1/2026).
Kelangkaan batu bata merah dipicu oleh rusaknya sejumlah lokasi produksi serta terhambatnya distribusi akibat akses jalan yang belum sepenuhnya pulih. Selain itu, beberapa pengrajin terpaksa menghentikan sementara aktivitas produksi karena lahan pembakaran dan bahan baku masih tertutup lumpur sisa banjir.
Peningkatan permintaan tersebut berdampak pada harga jual. Jika sebelumnya batu bata merah dijual sekitar Rp500 per biji, kini harganya naik menjadi sekitar Rp700 per biji, bergantung pada kualitas dan ketersediaan stok.
Bagi warga terdampak banjir, situasi ini menjadi tantangan tambahan. Selain harus memulihkan kondisi rumah dan aktivitas sehari-hari, mereka juga dihadapkan pada keterbatasan material bangunan serta kenaikan harga.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat mengambil langkah cepat untuk memastikan ketersediaan bahan bangunan di pasaran serta mengawasi harga agar tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat.(*)