Update Terbaru Banjir Aceh Utara: 99 Warga Meninggal, 118 Masih Hilang
Font Terkecil
Font Terbesar
![]() |
| Kondisi pada (01/12/2025) Perbatasan Desa Cot Manyang dan Matang Reudeup Kemukiman Matang Linya Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara. |
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak 22 November 2025 lalu meninggalkan duka mendalam. Berdasarkan Data terbaru dari BPBD Aceh Utara pada Selasa (02/12/2025) mencatat 99 orang meninggal dunia, menjadikan musibah ini salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di wilayah tersebut.
Selain korban meninggal, masih ada 118 warga yang dilaporkan hilang. Tim penyelamat dari berbagai unsur terus melakukan pencarian di daerah-daerah yang aksesnya sulit akibat putusnya jembatan serta tertutupnya sejumlah ruas jalan.
Banjir yang dipicu tingginya curah hujan itu merendam permukiman di puluhan kecamatan. Sedikitnya 56.684 kepala keluarga, atau sekitar 164 ribu jiwa, terdampak langsung. Dari jumlah itu, 34.756 kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke 447 titik lokasi.
Di pengungsian, kelompok rentan menjadi perhatian petugas. BPBD mencatat keberadaan 198 ibu hamil, 1.248 balita, 1.687 lansia, dan 58 penyandang disabilitas yang membutuhkan penanganan khusus.
Berdasarkan pendataan sementara, 34.756 rumah terendam air. Sejumlah desa juga melaporkan kerusakan pada perabot rumah tangga yang tidak sempat diselamatkan.
Dampak lain yang ikut dirasakan warga adalah terendamnya 12.782 hektare sawah dan 10.653 hektare tambak, yang diperkirakan mengganggu mata pencaharian ribuan keluarga petani dan petambak.
Kerusakan di sektor infrastruktur juga cukup masif. Laporan BPBD merinci:
- 93 ruas jalan rusak, sebagian besar rusak berat
- 37 jembatan terdampak, 32 di antaranya rusak berat
- 10 jaringan irigasi rusak
- 246 fasilitas pendidikan rusak ringan hingga sedang
- Rumah ibadah, balai benih ikan, dan sejumlah fasilitas kesehatan ikut terdampak
- Sejumlah tanggul sungai turut jebol akibat tingginya debit air, membuat beberapa desa terendam lebih dalam.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyebut penanganan darurat masih berfokus pada evakuasi warga, pencarian korban hilang, serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Distribusi logistik dilakukan dengan dukungan berbagai pihak, termasuk relawan dan organisasi kemanusiaan.(*)

