Harga Minyak Goreng Curah Naik Mendadak, Pedagang di Aceh Utara Keluhkan Kenaikan Tak Wajar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Harga minyak goreng curah (migor curah) mengalami kenaikan mendadak dalam sepekan terakhir dan mulai menjadi perbincangan di kalangan pedagang dan konsumen di Aceh Utara. Kenaikan ini dinilai cukup signifikan dan membebani pelaku usaha kecil yang mengandalkan bahan pokok tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Salman (38), salah satu pedagang sembako di Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, mengaku kenaikan harga mulai terasa sejak dua hari terakhir. Menurutnya, minyak goreng curah yang sebelumnya dijual sekitar Rp18.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp19.000 per kilogram.
“Kenaikannya cukup cepat. Dua hari lalu masih Rp18 ribu, sekarang sudah Rp19 ribu per kilo. Saya sendiri tidak tahu pasti apa penyebabnya,” ujar Salman saat ditemui media ini di kios miliknya, Sabtu (26/7/2025).
Salman mengatakan, ia menduga kenaikan ini berkaitan dengan harga bahan baku minyak sawit yang disebut-sebut sedang naik di tingkat produsen. “Saya sempat dengar harga kelapa sawit mentah naik tajam beberapa hari ini, mungkin itu yang jadi penyebabnya. Tapi secara resmi belum ada informasi dari distributor,” katanya.
Lebih lanjut, Salman menyebutkan bahwa pasokan migor curah dari Medan, Sumatera Utara, hingga kini masih tergolong lancar. Namun ia tidak menampik kemungkinan adanya permainan harga di tingkat pengecer yang menyebabkan harga jual di masyarakat menjadi lebih tinggi.
“Distribusi dari Medan sejauh ini aman-aman saja. Tapi bisa jadi ada transaksi antar-pengecer yang membuat harga makin tinggi saat sampai ke konsumen,” ungkapnya.
Kenaikan harga ini dikhawatirkan akan berdampak pada usaha kecil, seperti pedagang gorengan, warung makan, dan pelaku UMKM lainnya yang sangat bergantung pada minyak goreng sebagai bahan baku utama. Beberapa pelaku usaha di wilayah Panton Labu pun mulai mengeluhkan kondisi ini karena mengurangi margin keuntungan mereka.(*)



