Harga Beras Melonjak, Anggota DPR Minta Bulog Gelar Operasi Pasar Hingga ke Kecamatan
![]() |
| Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ir. TA Khalid. Dok Ist |
ACEH | PASESATU.COM – Harga beras kembali melonjak tajam di sejumlah wilayah Aceh, seperti Kota Panton Labu, Lhoksukon, hingga Lhokseumawe. Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras eceran kini menembus Rp240.000 hingga Rp245.000 per sak isi 15 kilogram, atau setara dengan Rp16.000 per kilogram. Kenaikan ini semakin menambah beban ekonomi masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Ir. TA Khalid, meminta Perum Bulog segera melakukan operasi pasar secara masif di seluruh wilayah Provinsi Aceh.
"Kami sudah meminta kepada Bulog agar segera melaksanakan operasi pasar hingga ke tingkat kecamatan di seluruh Aceh, supaya stok beras tidak langka dan harga bisa kembali sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah," kata TA Khalid, pada Senin, 21 Juli 2025.
TA. Khalid yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Aceh ini menilai bahwa operasi pasar merupakan langkah konkret untuk menekan laju kenaikan harga bahan pokok, terutama beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.
Ia juga menekankan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini telah menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap sektor pertanian melalui berbagai program strategis, seperti pembukaan lahan tidur, penyediaan pupuk bersubsidi, bantuan bibit unggul, serta dukungan lainnya yang menyasar langsung petani," ujarnya.
Menurutnya, jika seluruh komponen terkait bekerja secara sinergis dan responsif terhadap kondisi di lapangan, maka inflasi harga pangan bisa ditekan, dan kestabilan pasokan bahan pokok di daerah tetap terjaga.
Sebagaimana diketahui, beberapa bulan terakhir harga bahan pangan, khususnya beras, terus mengalami fluktuasi. Selain faktor cuaca dan distribusi, tingginya permintaan menjelang masa panen yang belum merata turut menjadi penyebab utama lonjakan harga di pasaran.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan segera berkoordinasi dengan Perum Bulog dan Kementerian Pertanian untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran, agar masyarakat tidak semakin terbebani dengan harga pangan yang tinggi.(*)



