BERITA TERKINI

Harga Bawang Merah di Aceh Utara Tembus Rp 50 Ribu/Kg, Warga dan Pedagang Keluhkan Kenaikan

Harga Bawang Merah di Aceh Utara Tembus Rp 50 Ribu/Kg, Warga dan Pedagang Keluhkan Kenaikan

ACEH UTARA | PASESATU.COM
 — Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Aceh Utara, khususnya di kawasan Kota Panton Labu, melonjak tajam hingga menembus Rp 50.000 per kilogram. Lonjakan harga yang terjadi dalam dua hari terakhir ini menimbulkan keresahan di kalangan pedagang dan masyarakat, yang merasakan langsung dampaknya terhadap kebutuhan harian.

Ibrahim (45), salah seorang pedagang sembako di Pasar Panton Labu, mengaku terkejut dengan cepatnya kenaikan harga bawang merah. Menurutnya, harga komoditas tersebut sebelumnya hanya berkisar Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram.

“Bawang merah naiknya sangat cepat. Dua hari lalu masih Rp 40 ribu, sekarang sudah Rp 50 ribu per kilogram. Ini bikin pembeli sepi,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (20/7/2025).

Akibat kenaikan tersebut, daya beli masyarakat pun menurun. Penjualan bawang merah yang biasanya mencapai 30–50 kilogram per hari kini anjlok signifikan.

“Sekarang paling laku sekitar 30 kilogram saja. Kami harap pemerintah segera turun tangan agar harga kembali stabil,” sambung Ibrahim.

Pantauan redaksi di lapangan menunjukkan bahwa bawang merah yang beredar di pasar-pasar Aceh Utara saat ini sebagian besar berasal dari Brebes, Jawa Tengah. Produk lokal seperti bawang dari Pidie dan Tanah Gayo tidak ditemukan di lapak-lapak pedagang.

Minimnya pasokan lokal membuat stok terbatas, sehingga harga pun melonjak. Para pedagang mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab gangguan pasokan bawang lokal tersebut.

“Kami hanya jual barang yang masuk dari agen. Saat ini semua dari Brebes. Tidak tahu kenapa bawang dari Pidie atau Gayo tidak ada,” ujar salah seorang pedagang lainnya.

Warga Aceh Utara, khususnya ibu rumah tangga, mulai mengeluhkan mahalnya harga bawang merah yang menjadi kebutuhan pokok dapur. Hanum (31), warga Panton Labu, mengatakan bahwa lonjakan harga sangat mempengaruhi pengeluaran rumah tangga.

“Bawang itu bumbu utama. Kalau mahal begini kami bingung. Sekarang semua sembako naik, makin berat beban harian kami,” keluhnya.

Menurut Hanum, kenaikan harga bawang merah bersamaan dengan naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng, cabai, dan beras. Hal ini dinilai sangat memberatkan warga berpenghasilan rendah.

Lonjakan harga bawang merah hingga Rp 50.000/kg di Aceh Utara menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk lebih peka terhadap dinamika pasar. Mengingat bawang merupakan komoditas utama dalam kebutuhan rumah tangga, langkah cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah gejolak sosial yang lebih luas.


Editor: Syahrul Usman