BERITA TERKINI

Lampu Jalan Menuju Pusat Ibu Kota Aceh Utara Padam, Warga Khawatirkan Keselamatan

Suasana Kota Lhoksukon


PASESATU.COM | ACEH UTARA  – Kondisi penerangan jalan di jalur nasional menuju pusat ibu kota Kabupaten Aceh Utara, Lhoksukon, dikeluhkan masyarakat. Sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terpasang di sepanjang Jalan Lintas Nasional Medan–Banda Aceh di wilayah tersebut dilaporkan tidak berfungsi selama berbulan-bulan.

Pantauan warga menyebutkan, kondisi gelap terjadi terutama di jalur menurun setelah jembatan, tepatnya saat memasuki kawasan inti pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Utara di Lhoksukon. Penerangan di jalur tersebut bergantung sepenuhnya pada cahaya dari toko-toko di sekitarnya.

Hamrizal, warga Lhoksukon yang akrab disapa Amri, menyampaikan bahwa lampu jalan sempat berfungsi secara tidak stabil, namun kini padam total. "Sudah sekitar lima hingga enam bulan lampu jalan di kawasan ini mati total. Ini sangat membahayakan pengendara, terutama pada malam hari," kata Amri, Senin (28/4/2025).

Ia menambahkan, matinya lampu PJU di ruas utama menuju pusat ibu kota kabupaten sangat disayangkan, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital yang dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi setiap hari.

Keluhan serupa disampaikan Muhammad Dahlan, Humas Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), yang juga merupakan putra daerah Lhoksukon. Ia menilai, minimnya penerangan di jalan nasional yang masuk ke pusat kota sangat berisiko bagi keselamatan masyarakat.

“Lampu jalan adalah fasilitas dasar yang harus disediakan negara, terlebih ini adalah akses menuju pusat pemerintahan Aceh Utara. Setiap hari kendaraan dari berbagai arah melintas dengan kecepatan tinggi, tanpa penerangan yang memadai, potensi kecelakaan meningkat,” tegas Dahlan, Selasa malam (29/4/2025).

Ia menekankan pentingnya perhatian serius dari pihak terkait, khususnya instansi yang menangani fasilitas PJU. “Perbaikan penerangan jalan nasional ini harus menjadi prioritas demi keselamatan dan kenyamanan bersama, khususnya di wilayah Lhoksukon sebagai ibu kota kabupaten,” lanjutnya.

Dahlan mengajak semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama meningkatkan kualitas fasilitas umum, termasuk penerangan jalan, yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai warga yang taat pajak, masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur dasar yang layak, bukan justru merasa khawatir saat melintas di jalan nasional,” tutup Dahlan.(rls)