BERITA TERKINI

Pasca Banjir, Harga Sere dan Jeruk Nipis Melonjak di Pasar

Pasca Banjir, Harga Sere dan Jeruk Nipis Melonjak di Pasar

ACEH UTARA| PASESATU.COM
— Dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara beberapa waktu lalu masih dirasakan warga. Selain merusak rumah dan lahan pertanian, bencana tersebut juga memengaruhi ketersediaan sejumlah bahan dapur di pasar tradisional.

Salah satu yang mengalami kenaikan harga adalah jeruk nipis. Jika sebelum banjir harganya sekitar Rp8.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp18.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

“Kenaikannya cukup jauh. Sebelum banjir Rp8.000 per kilo, sekarang sudah Rp18.000 sampai Rp20.000,” kata Lukman, seorang pedagang di pasar kota Panton Labu Aceh Utara,17/3/2026.

Kenaikan harga juga terjadi pada sere (serai). Komoditas yang sebelumnya dijual sekitar Rp4.000 per kilogram itu kini melonjak hingga Rp12.000 per kilogram.

Menurut Lukman, naiknya harga kedua komoditas tersebut disebabkan berkurangnya pasokan dari petani lokal setelah banyak kebun warga rusak akibat banjir. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, pedagang terpaksa mendatangkan sere dan jeruk nipis dari luar daerah, seperti dari Medan(Sumut).

Meski harga mengalami kenaikan, permintaan masyarakat tetap tinggi karena sere dan jeruk nipis merupakan bahan penting dalam berbagai masakan sehari-hari, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Para pedagang berharap kondisi kebun warga segera pulih agar pasokan kembali normal dan harga dapat stabil seperti sebelumnya.

Selama kebun-kebun warga belum pulih dari banjir, setiap kenaikan harga di pasar akan terus menjadi pengingat bahwa bencana tak hanya merendam rumah-rumah, tetapi juga menenggelamkan harapan dan sumber penghidupan masyarakat.(*) 


Penulis : Abdul Rafar  | Editor : Syahrul