BERITA TERKINI

Empat Bulan Pascabanjir, Huntara di Krueng Lingka Masih Setengah Jadi

Empat Bulan Pascabanjir, Huntara di Krueng Lingka Masih Setengah Jadi

ACEH UTARA | PASESATU.COM
— Empat bulan setelah banjir 26 November 2025 menyapu Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, harapan warga untuk segera menempati hunian sementara (huntara) yang layak masih belum sepenuhnya terwujud. Proyek yang seharusnya menjadi jawaban atas kehilangan tempat tinggal itu, hingga kini justru menyisakan tanda tanya.

Dari 120 unit huntara yang direncanakan, baru sekitar 50 unit yang bisa difungsikan. Namun kondisi bangunan tersebut masih jauh dari kata layak. Listrik belum tersedia, fasilitas minim, dan sejumlah bagian bangunan belum rampung, termasuk pintu dan jendela yang belum dicat.

“Baru sebagian yang bisa ditempati, tapi memang belum siap sepenuhnya,” ujar seorang pekerja di lokasi.

Sementara itu, sekitar 70 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Di lapangan, progres pembangunan terlihat berjalan lambat. Warga yang setiap hari menyaksikan proses tersebut mulai mempertanyakan keseriusan penyelesaian proyek, terlebih waktu terus berjalan mendekati Idulfitri.
Bagi warga yang kehilangan rumah akibat banjir, huntara bukan sekadar bangunan sementara. Ia adalah tempat untuk memulai kembali kehidupan yang sempat terhenti. Namun ketika bangunan itu sendiri belum benar-benar siap, harapan pun ikut tertunda.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kegelisahannya. Ia mengaku tidak menuntut banyak, hanya ingin tempat tinggal yang layak untuk keluarganya.

“Kami tidak minta bagus, yang penting bisa ditempati dengan nyaman. Ini sudah lama kami menunggu,” ujarnya pelan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak banjir belum benar-benar usai. Luka itu masih terasa, bukan hanya di kebun dan rumah yang hilang, tetapi juga dalam proses pemulihan yang berjalan lambat.
Di tengah bangunan-bangunan yang berdiri setengah jadi, warga terus menunggu bukan sekadar selesainya proyek, tetapi hadirnya kepastian.

Sebab bagi mereka, rumah bukan hanya soal berdiri atau tidak, tetapi tentang rasa aman yang hingga kini belum benar-benar mereka miliki kembali.(*) 

Penulis : Abdul Rafar  | Editor : Syahrul