Ribuan Ekor Lembu Mati Akibat Banjir Aceh Utara, Warga Cemas Harga Daging Naik
Berdasarkan laporan warga, ketinggian air di sejumlah wilayah terdampak mencapai sekitar 2,5 meter. Kondisi tersebut menyebabkan banyak ternak yang berada di kandang maupun di area penggembalaan terperangkap dan tidak mampu menyelamatkan diri. Lembu yang mati diketahui merupakan ternak milik warga, baik yang dipelihara untuk kebutuhan tradisi Meugang maupun untuk usaha peternakan harian.
Musibah ini memicu kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan daging sapi menjelang Meugang, tradisi masyarakat Aceh menyambut bulan Ramadan dan hari besar keagamaan. Berkurangnya populasi ternak dikhawatirkan berdampak pada pasokan daging di pasar tradisional.
Salah seorang pedagang daging di Pasar Panton Labu, Hasballah Hasbi, mengatakan harga daging sapi berpotensi mengalami kenaikan signifikan jika pasokan terus menurun.
“Apabila stok berkurang sementara permintaan meningkat menjelang Meugang, harga daging bisa naik hingga Rp200.000 sampai Rp210.000 per kilogram,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Kondisi tersebut dikhawatirkan semakin membebani masyarakat, terutama warga yang terdampak banjir dan masih berada dalam situasi pemulihan ekonomi pascabencana. Sejumlah warga menyatakan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan Meugang apabila harga daging melonjak tinggi.
Masyarakat Aceh Utara berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk membantu meringankan beban warga terdampak, termasuk melalui penyediaan bantuan daging Meugang.
Hingga saat ini, warga masih menantikan kebijakan dan penanganan lanjutan dari pemerintah terkait dampak banjir yang disebut sebagai salah satu banjir terparah yang melanda Aceh Utara dalam beberapa tahun terakhir.(*)
