BERITA TERKINI

Jembatan Penghubung Cot Girek–Lhoksukon Putus Akibat Abrasi Sungai

Penulis : Syahrul| Editor : Tim Pasesatu

ACEH UTARA | PASESATU.COM— Jembatan yang menjadi akses utama penghubung antara Kecamatan Cot Girek dan Kecamatan Lhoksukon mengalami kerusakan parah akibat abrasi sungai yang dipicu banjir besar pada November 2015 lalu. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama saat hujan turun.

Geuchik Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, Adi Lestari, mengatakan banjir dengan arus deras menggerus tebing sungai hingga menyebabkan jembatan longsor. “Air waktu itu sangat deras. Karena abrasi di pinggiran sungai, jembatan ini tidak mampu bertahan dan akhirnya longsor cukup parah,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (13/01/2026). 



Menurutnya, saat hujan debit air sungai meningkat hingga hampir setengah tinggi tebing. Kondisi itu membuat jembatan tidak dapat dilalui sama sekali. “Kalau hujan, akses langsung terputus,” katanya.

Jembatan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan Kecamatan Cot Girek dengan Kecamatan Lhoksukon. Sekitar seribu jiwa warga menggantungkan mobilitasnya pada akses ini, mulai dari pekerja, pelajar, hingga masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kalau harus lewat jalan alternatif, jaraknya cukup jauh. Harus memutar hampir lima kilometer lebih,” jelas Adi.

Ia menambahkan, di lokasi tersebut tidak tersedia sarana penyeberangan darurat seperti rakit. Akibatnya, ketika hujan turun, warga sama sekali tidak bisa melintas, termasuk anak-anak yang hendak pergi ke sekolah.

Pihak desa, lanjut Adi, telah beberapa kali melaporkan kondisi jembatan tersebut kepada instansi terkait. Bahkan, dirinya secara langsung menyampaikan laporan disertai dokumentasi kerusakan pascakejadian.

Diketahui, jembatan tersebut dibangun sekitar tahun 1980-an. Sebelumnya pernah mengalami kerusakan, namun masih dapat diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat dan bantuan donatur. “Untuk yang sekarang ini sudah paling parah. Kami tidak mampu lagi memperbaiki dengan swadaya,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk membangun kembali jembatan tersebut. “Kalau dibiarkan seperti ini, seluruh aktivitas masyarakat terhambat. Kami sangat berharap akses penghubung Cot Girek dan Lhoksukon ini bisa segera normal kembali,” tutupnya.(*)