BERITA TERKINI

Momentum HUT RI ke-81, Ka Cabdin Aceh Utara Turun ke Jalan Gaungkan “Bela dan Beli” Produk Siswa SMK


ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Menindaklanjuti program Kepala Dinas Pendidikan Aceh terkait penguatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan gerakan “Bela dan Beli” produk siswa SMK, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Johan, S.Pd., M.Pd., turun langsung ke lapangan membagikan brosur kepada masyarakat.

Kegiatan sosialisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Sosialisasi dipusatkan di tiga titik strategis Kabupaten Aceh Utara, yakni Panton Labu, Lhoksukon dan Krueng Geukuh.

Di simpang empat Kota Panton Labu, Johan bersama jajaran turut memperkenalkan kepada masyarakat berbagai produk dan potensi usaha yang dihasilkan siswa SMK Negeri di Aceh Utara.

Gerakan “Bela dan Beli” didorong agar produk hasil kreativitas dan keterampilan siswa tidak hanya menjadi pajangan atau digunakan di lingkungan sekolah, tetapi mampu masuk ke pasar dan dibeli masyarakat.

“Mulai hari ini saya ingin ada gerakan bela dan beli produk SMK. Kalau ada produk sekolah kita sendiri, maka utamakan beli di SMK,” kata Johan,Senin 10/8/2026.

Menurutnya, sekolah harus mulai membangun ekosistem usaha yang saling mendukung. Produk maupun jasa yang dihasilkan siswa diharapkan tidak berhenti pada proses pembelajaran, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik.

Program tersebut juga dinilai dapat menjadi sarana bagi siswa untuk belajar memproduksi, mengemas, memasarkan dan mempertanggungjawabkan hasil karya mereka sebelum benar-benar terjun ke dunia usaha maupun dunia kerja.

Namun, gerakan “Bela dan Beli” tidak cukup hanya dengan pembagian brosur dan kegiatan seremonial. Keberhasilan program perlu diukur melalui indikator yang lebih nyata, mulai dari bertambahnya produk yang dikenal masyarakat, meningkatnya transaksi, terbukanya pasar baru hingga manfaat ekonomi yang kembali kepada siswa dan sekolah.

Karena itu, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem tersebut. Membeli produk karya siswa bukan semata-mata transaksi ekonomi, melainkan bentuk dukungan terhadap kreativitas, keterampilan, kemandirian dan masa depan generasi muda Aceh Utara.

Momentum HUT RI ke-81 diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat gerakan tersebut. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan mendorong generasi muda agar mampu berkarya, berproduksi dan mandiri secara ekonomi.

Ka Cabdin Aceh Utara Johan diharapkan terus mengawal program tersebut agar “Bela dan Beli” benar-benar menghasilkan pasar bagi produk siswa SMKN di Aceh Utara, bukan sekadar menjadi slogan yang ramai disampaikan tetapi minim dampak.***

Penulis : Abdul Rafar