Anak 8 Tahun di Aceh Utara Meninggal Dunia Diduga Tersambar Petir Saat Bermain Hujan
Font Terkecil
Font Terbesar
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Seorang anak perempuan berusia delapan tahun meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat bermain hujan di Dusun B, Gampong Geulumpang Umpung Uno, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.
Korban diketahui bernama Ulfa Mahera (8), seorang pelajar yang merupakan warga setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban bermain hujan bersama sejumlah temannya di halaman rumah seorang warga bernama Darwati. Saat hujan disertai petir mengguyur kawasan tersebut, petir diduga menyambar pohon kelapa yang berada tidak jauh dari lokasi korban.
Sesaat setelah sambaran petir terjadi, korban terjatuh dan terlentang dalam kondisi tidak sadarkan diri. Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan dengan membawa korban ke rumahnya.
Ayah korban kemudian meminta bantuan M. Nasir, seorang pegawai puskesmas, untuk memeriksa kondisi anaknya. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Peristiwa itu selanjutnya dilaporkan kepada aparatur gampong dan diteruskan ke Polsek Tanah Jambo Aye. Personel kepolisian yang dipimpin Kapolsek kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.
Hasil pemeriksaan di lokasi menemukan sebuah pohon kelapa yang mengalami sobekan pada batang akibat diduga terkena sambaran petir. Polisi juga menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut diduga merupakan kecelakaan yang dipicu cuaca ekstrem.
Pihak keluarga menerima musibah tersebut dengan ikhlas dan menolak dilakukan visum maupun autopsi. Penolakan itu dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat di hadapan petugas.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai petir. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan mengingat cuaca ekstrem berpotensi membahayakan keselamatan.
Jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.***
Penulis : Abdul Rafar



