BERITA TERKINI

Haji Uma Tinjau Jembatan Enang-Enang, Berikan Sumbangan serta Apresiasi Swadaya Warga yang Dipelopori Syahrial Abadi

Haji Uma Tinjau Jembatan Enang-Enang, Berikan Sumbangan serta Apresiasi Swadaya Warga yang Dipelopori Syahrial Abadi

ACEH TIMUR | PASESATU.COM
– Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, meninjau langsung kondisi Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Aceh Timur yang sebelumnya rusak akibat diterjang banjir. Dalam kunjungan tersebut, Haji Uma mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang berhasil membangun kembali akses jembatan secara swadaya.

Haji Uma mengatakan, persoalan yang sempat mencuat antara masyarakat dan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terkait kondisi akses tersebut kini telah selesai melalui komunikasi yang baik.

“Alhamdulillah hari ini sudah clear dan sudah selesai. Jembatan Enang-Enang ini roboh diterjang banjir beberapa waktu lalu. Kemudian Pak Syahrial bersama masyarakat menginisiasi perbaikan secara swadaya melalui patungan sehingga jembatan ini kembali bisa dipergunakan meskipun kondisinya masih sederhana,” kata Haji Uma.

Ia menilai keberadaan Jembatan Enang-Enang sangat penting karena menjadi jalur utama yang lebih efisien bagi masyarakat. Menurutnya, jika warga harus menggunakan jalur alternatif, maka akan berdampak pada meningkatnya biaya transportasi serta waktu tempuh yang lebih lama.

“Kalau masyarakat harus melintas dari jalur lain, tentu biaya yang dikeluarkan lebih tinggi, rutenya juga jauh dan jalannya kecil. Karena itu saya melihat jalur ini perlu dimaksimalkan karena merupakan jalan yang sangat efektif bagi masyarakat,” ujarnya.

Haji Uma juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menunjukkan semangat kebersamaan dalam memperbaiki akses jalan tersebut secara mandiri.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Syahrial bersama seluruh tokoh dan masyarakat yang telah menginisiasi pembangunan ini. Ini menjadi contoh semangat gotong royong tanpa pamrih, semata-mata demi kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, penggagas pembangunan akses Tajuk Enang-Enang, Syahrial Abadi, mengatakan inisiatif tersebut muncul setelah masyarakat terdampak putusnya jembatan selama sekitar tujuh bulan tanpa adanya penanganan.

Ia menjelaskan, warga yang hendak menuju Simpang Lancar maupun sebaliknya harus memutar melalui jalur alternatif yang kerap mengalami kemacetan panjang hingga berjam-jam.

“Kami pernah merasakan sampai tiga jam terjebak di jalan alternatif. Kesulitan itu yang mendorong kami berinisiatif membuka kembali akses di Tajuk Enang-Enang,” kata Syahrial.

Menurutnya, awalnya masyarakat hanya berencana membuka akses sederhana agar dapat dilalui kendaraan roda dua. Namun, berkat dukungan warga dan berbagai pihak, akses tersebut kini dapat digunakan lebih luas meski masih dalam kondisi darurat.

Ia juga mengakui pembangunan dilakukan secara swadaya dengan keterbatasan teknis, namun tetap berupaya menyempurnakan konstruksi melalui masukan masyarakat sambil menunggu pembangunan jembatan permanen dari pemerintah.

Menutup kunjungannya, Haji Uma berharap pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen di kawasan Enang-Enang agar masyarakat tidak terus bergantung pada jembatan darurat.

“Kita berharap nanti ada jembatan permanen yang dibangun oleh Balai Jalan. Apa yang dilakukan masyarakat ini patut diapresiasi karena lahir dari semangat gotong royong untuk kepentingan bersama. Mudah-mudahan pemerintah segera menindaklanjuti sehingga masyarakat dapat menikmati akses jalan yang aman, nyaman, dan layak,” tutup Haji Uma.***