Huntara Kian Tak Layak Huni, Penyintas Banjir Bandang Tagih Huntap dan Jadup
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Warga penyintas banjir bandang yang saat ini masih menempati hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, meminta pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) dan menyalurkan bantuan jatah hidup (jadup).
Permintaan tersebut disampaikan para penyintas menyusul kondisi huntara yang dinilai semakin tidak layak huni akibat kerusakan setelah diterpa angin kencang dalam beberapa waktu terakhir.
Salah seorang penyintas banjir bandang, Nilawati, mengatakan kondisi bangunan huntara saat ini sudah tidak lagi memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuni.
"Kami berharap kepada Bupati Aceh Utara agar segera membangun huntap dan menyalurkan jadup kepada para penyintas banjir bandang. Kondisi huntara sudah tidak lagi nyaman dan aman untuk ditempati," ujar Nilawati, Kamis (4/6/2026).
Hal senada disampaikan Ruslan. Menurutnya, para penyintas yang masih bertahan di huntara kini diliputi kekhawatiran, terutama saat cuaca buruk melanda.
"Kami khawatir jika hujan deras dan angin kencang datang. Kondisi bangunan saat ini membuat kami tidak merasa aman lagi tinggal di huntara," kata Ruslan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah unit huntara mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding akibat terpaan angin. Kerusakan tersebut menambah kekhawatiran para penyintas yang hingga kini belum memiliki kepastian terkait pembangunan hunian tetap.
Para penyintas berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat proses pembangunan huntap. Selain kebutuhan akan tempat tinggal yang layak, bantuan jatah hidup juga dinilai penting untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih berupaya memulihkan kondisi ekonomi dan sosial pascabanjir bandang.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terkait jadwal pembangunan hunian tetap maupun penyaluran bantuan jatah hidup bagi para penyintas banjir bandang di Kecamatan Langkahan.***





