YPANBA dan TP PKK Aceh Utara Perkuat Kolaborasi Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
ACEH UTARA | PASESATU.COM – Yayasan Perempuan dan Anak Negeri (YPANBA) bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Aceh Utara memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui penguatan peran PKK hingga tingkat gampong.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan silaturahmi antara YPANBA dan TP PKK Aceh Utara yang berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Utara, Jumat (22/5/2026).
Direktur , Ruwaida, mengatakan jaringan PKK yang menjangkau hingga tingkat desa memiliki peran strategis dalam mendukung program perlindungan perempuan dan anak.
Menurutnya, ruang kolaborasi antara YPANBA dan PKK sangat besar, terutama melalui berbagai program dan kelompok kerja (pokja) yang selama ini aktif di tengah masyarakat.
“Optimalisasi peran PKK di tingkat gampong menjadi langkah penting dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Edukasi yang berkelanjutan perlu dilakukan agar masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan,” ujar Ruwaida.
Ia menjelaskan, perempuan dan anak tidak selalu berada dalam lingkungan yang aman sehingga kesadaran untuk mengenali dan mencegah berbagai bentuk kekerasan harus dibangun sejak dini melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Ruwaida juga memaparkan sejumlah capaian dan program yang sedang dijalankan YPANBA. Salah satunya terkait penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan. Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat lima kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang telah memperoleh putusan pengadilan dan berakhir pada proses perceraian.
Selain itu, sebanyak 33 perempuan direncanakan mengikuti program isbat nikah yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan . Program tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus membantu penyelesaian berbagai persoalan administrasi yang dihadapi perempuan pasca-perceraian.
Ruwaida menambahkan, Aceh Utara saat ini menjadi salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program perlindungan perempuan dan anak pada situasi kebencanaan. Model program tersebut direncanakan akan dikembangkan ke sejumlah kabupaten lain, di antaranya , , dan .
Di sektor pemulihan pascabencana, YPANBA juga menjalankan program penguatan ketahanan pangan keluarga. Sebanyak 1.362 keluarga di sejumlah desa di Aceh Utara telah menerima bantuan logistik sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
Program tersebut mendapat dukungan pendanaan dari serta fasilitasi dari untuk pengembangan kegiatan di berbagai wilayah di Aceh.
Sementara itu, Ketua TP PKK Aceh Utara, Musliana, menyambut baik sinergi yang dibangun bersama YPANBA. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga sangat penting untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ia menilai masih banyak kasus yang tidak terungkap karena korban merasa takut, malu, atau enggan melapor. Kondisi tersebut kerap dipengaruhi oleh kedekatan pelaku dengan lingkungan sekitar maupun tekanan sosial yang dihadapi korban.
“Jika mengalami kekerasan atau ketidakadilan, jangan ragu untuk melapor kepada pihak yang berwenang. Dengan dukungan berbagai pihak, perlindungan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat dapat semakin terjamin,” kata Musliana.
Musliana menegaskan TP PKK Aceh Utara siap mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan perempuan dan anak melalui kegiatan edukasi, pendampingan, serta pemberdayaan masyarakat hingga tingkat gampong.***



