BERITA TERKINI

Warga Pante Ara Bertahan Hidup dari Sapu Lidi Pasca Bencana


ACEH UTARA | PASESATU.COM 
— Warga Dusun Pante Ara, Desa Tanjong Dalam, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, masih berjuang memenuhi kebutuhan hidup pascabencana yang melanda wilayah tersebut. Salah seorang warga, Faridah (45), kini menggantungkan penghasilan keluarga dari membuat sapu lidi berbahan pelepah sawit.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (21/4/2026), kondisi rumah Faridah masih tampak mengalami kerusakan pada sebagian bangunan. Bersama suaminya, Abdul Wahab (55), ia menganyam lidi yang dikumpulkan dari kebun milik warga lain dengan izin pemilik.

“Untuk makan saja susah. Kami sudah tidak punya apa-apa lagi,” kata Faridah.

Ia mengatakan, sapu lidi yang dibuatnya dijual dengan harga Rp5.000 per kilogram. Namun, penghasilannya tidak menentu karena dalam satu minggu ia hanya mampu mengumpulkan sekitar 5 kilogram lidi, bahkan terkadang membutuhkan waktu hingga 15 hari untuk mencapai jumlah tersebut.

“Kadang ada, kadang tidak sama sekali,” ujarnya.

Sebelum bencana terjadi, keluarga Faridah mengandalkan penghasilan dari kebun jeruk milik mereka. Namun, kebun tersebut rusak akibat bencana dan tidak lagi dapat menjadi sumber mata pencaharian.

“Kebun kami rusak semua, habis,” katanya.

Selain kebun, rumah yang ditempati keluarga itu juga terdampak. Sebagian dinding mengalami kerusakan, sementara dapur baru dibangun kembali secara sederhana. Menurut Faridah, bantuan yang diterima sejauh ini hanya berupa bahan makanan, sedangkan bantuan tunai belum pernah diterima.

Saat ini, Faridah harus memenuhi kebutuhan tiga anggota keluarganya, termasuk dua anak yang masih bersekolah. Anak bungsunya masih duduk di kelas 3 sekolah dasar.

“Kalau dibilang cukup, ya tidak. Tapi daripada tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dialami sejumlah warga lain di Dusun Pante Ara yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana. Mereka kini bertahan hidup dengan pekerjaan serabutan dan penghasilan yang terbatas.

Faridah berharap kondisi keluarganya dapat membaik sehingga anak-anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan.

“Harapan kami semoga bisa hidup lebih baik, anak-anak bisa terus sekolah,” tutupnya.***

Penulis : Abdul Rafar