Kak Na Layani Langsung Murid di Meja Bakso, Gemarikan MIN 6 Banda Aceh Meriah
Font Terkecil
Font Terbesar
BANDA ACEH | PASESATU.COM - Suasana berbeda terlihat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026). Kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) tidak sekadar sosialisasi, tetapi disulap menjadi “pesta gizi” bagi siswa dengan sajian 1.200 porsi bakso ikan.
Menariknya, Ketua TP PKK Aceh sekaligus Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh, Marlina Muzakir atau Kak Na, turun langsung ke meja sajian. Ia melayani satu per satu murid yang antre, menciptakan suasana hangat dan penuh keceriaan.
Tawa dan antusiasme anak-anak pecah saat mereka menerima bakso ikan langsung dari Kak Na. Momen tersebut menjadi pendekatan edukasi yang sederhana namun efektif dalam mengenalkan pentingnya konsumsi ikan sejak dini.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Safrizal, menilai pendekatan seperti ini mampu mengubah persepsi anak terhadap ikan.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menyenangkan. Ketika anak-anak merasakan langsung bahwa olahan ikan itu enak, mereka akan lebih mudah terbiasa mengonsumsinya,” ujar Safrizal.
Ia menjelaskan, penyediaan 1.200 porsi bakso ikan bukan sekadar berbagi makanan, tetapi bagian dari strategi membangun budaya makan ikan melalui cara yang dekat dengan dunia anak.
“Edukasi tidak harus selalu formal. Lewat kegiatan seperti ini, pesan gizi tersampaikan dengan lebih kuat. Ini juga menjadi langkah nyata mendukung lahirnya generasi emas 2045,” katanya.
Di balik kelancaran kegiatan, Tim Gemarikan DKP Aceh yang dikomandoi Fitriani, Kasub Koordinator Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), berperan penting dalam menyiapkan hingga mendistribusikan olahan ikan kepada para siswa.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dari Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Kepala BKKBN Aceh, serta undangan lainnya.
Suksesnya acara Gemarikan ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pihak penyelenggara dengan kepala madrasah, dewan guru, staf, serta komite MIN 6 Banda Aceh.***

