Harga Cabai Anjlok Akibat Panen Serentak, Petani Rugi
ACEH UTARA | PASESATU.COM — Harga cabai di sejumlah pasar tradisional kawasan Panton Labu, Kabupaten Aceh Utara, mengalami penurunan tajam akibat melimpahnya pasokan dari panen serentak di berbagai daerah.
Pantauan di lapangan pada Jumat (10/4/2026) menunjukkan cabai merah, cabai rawit, dan cabai hijau menumpuk di lapak pedagang. Kondisi ini terjadi karena pasokan meningkat drastis, sementara daya serap pasar tidak mengalami kenaikan signifikan.
“Barang banyak, tapi pembeli biasa saja. Akhirnya harga jatuh,” ujar Lukman, salah seorang pedagang.
Panen serentak dilaporkan terjadi di sejumlah sentra produksi, seperti Tanah Karo, Langkat, Padang, serta beberapa wilayah di Aceh yang tidak terdampak banjir. Pasokan dari luar daerah turut memperbesar jumlah stok di pasar.
Melimpahnya pasokan yang tidak diimbangi permintaan menyebabkan harga turun dalam waktu singkat. Selain itu, sifat cabai yang mudah rusak mendorong pedagang menjual dengan harga lebih rendah agar cepat terserap pasar.
Berdasarkan data di lapangan, harga cabai mengalami penurunan sebagai berikut:
- Cabai merah dari Rp50.000 menjadi Rp22.000 per kilogram
- Cabai rawit dari Rp60.000 menjadi Rp35.000 per kilogram
- Cabai hijau dari Rp40.000 menjadi Rp25.000 per kilogram
Penurunan harga ini berdampak langsung pada petani. Meskipun hasil panen meningkat, pendapatan mereka justru menurun. Sejumlah petani mengaku harga jual saat ini tidak mampu menutup biaya produksi, seperti pupuk, tenaga kerja, dan distribusi.
Di sisi lain, kondisi tersebut menguntungkan konsumen karena harga menjadi lebih terjangkau. Namun, tanpa langkah pengendalian, fluktuasi harga yang ekstrem dikhawatirkan akan terus terjadi.
Sejumlah pihak mendorong adanya intervensi pemerintah, antara lain melalui pengaturan pola tanam, stabilisasi harga, dan penyerapan hasil panen, guna melindungi petani dari kerugian saat panen raya.***
Penulis: Abdul Rafar




