BERITA TERKINI

Update Banjir Aceh Utara: 123 Orang Meninggal, 90 Masih Hilang


ACEH UTARA | PASESATU.COM
– Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara sejak 22 November lalu terus menunjukkan dampak memprihatinkan. Hingga Selasa malam pukul 21.00 WIB, 3 Desember 2025, posko utama penanganan banjir mencatat sedikitnya 123 warga meninggal dunia, sedangkan 90 orang belum ditemukan dan masih dalam pencarian tim gabungan.

Korban meninggal sebagian besar ditemukan setelah terseret arus saat banjir tiba-tiba meninggi. Ada pula warga yang diduga terjebak di rumah ketika air naik sangat cepat. Sementara itu, 66 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

Gelombang pengungsian juga belum mereda. Dari laporan sementara BPBD Aceh Utara, 200.117 jiwa atau 58.055 kepala keluarga masih bertahan di pos-pos pengungsian, tersebar di 447 titik yang dibuka pemerintah beserta relawan. Mereka terdiri dari berbagai kelompok rentan, mulai dari 589 ibu hamil, 2.996 balita, 3.130 lansia hingga 201 penyandang disabilitas.

Total warga terdampak banjir mencapai 215.067 jiwa (68.461 KK), dengan 54.261 rumah terendam dan 532 rumah dilaporkan hilang terseret air. Kerusakan juga meluas ke sektor pertanian dan perikanan, di mana sedikitnya 12.782 hektare sawah serta 10.653 hektare tambak ikut terendam.

Fasilitas umum pun tidak luput dari hantaman banjir. Data sementara mencatat kerusakan pada 106 ruas jalan, 12 saluran irigasi, 17 tanggul sungai, 37 jembatan, serta 31 titik longsor. Sektor pendidikan ikut terdampak berat dengan 369 sekolah rusak dalam beragam tingkat, disusul kerusakan pada rumah ibadah, balai benih ikan hingga meunasah dan pesantren.

Hingga kini, petugas gabungan, relawan, dan masyarakat terus melakukan evakuasi serta pencarian korban. Logistik dan bantuan kebutuhan dasar masih menjadi fokus utama penanganan, terutama bagi pengungsi yang telah berhari-hari menetap di tenda darurat.

Situasi di beberapa wilayah dilaporkan mulai surut, namun sebagian lain masih tergenang. Pemerintah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.(*)